Final Piala ASKAB PSSI Morowali Batal Digelar, Ini Jawaban Ketua ASKAB



TRANS SULTENG - MOROWALI,Final Piala Askab PSSI Morowali antara kesebelasan DPRD FC vs PUPR FC yang akan digelar pada Jum'at (19/02/2021) di stadion mini Fonuasingko, dengan sangat terpaksa akhirnya batal dilaksanakan.



   Pembatalan laga final anyara DPRD FC bs PUPR FC dibatalkan oleh aparat keamanan gabungan TNI/Polri dan Satpol PP karena banyaknya penonton yang memaksa masuk ke dalam stadion guna menyaksikan keseruan pertandingan terakhir kedua tim.



   Sangat jelas dalam aturan bahwa selama kompetisi, pertandingan akan dilaksanakan tanpa penonton terkecuali tim official, mengingat di Kabupaten Morowali berada di zona merah pandemi Covid-19. Kedua tim akhirnya dinobatkan sebagai juara I bersama.


 

   Ketua ASKAB PSSI Morowali, Gafar Hilal yang dikonfirmasi Sabtu (20/02/2021) mengungkapkan bahwa pembatalan itu merupakan bentuk komitmen panitia dan ASKAB PSSI Morowali terhadap upaya pencegahan penyebaran Covid-19, sekaligus sebagai wujud ketaatan penyelenggara terhadap izin prokes sesuai standar pencegahan Covid-19.



   "Saya sendiri selaku Ketua ASKAB PSSI Morowali dan panitia tentunya sangat menyayangkan kejadian ini, karena turnamen ini adalah perdana yang resmi diselenggarakan oleh ASKAB PSSI Morowali selama berdirinya ASKAB PSSI di Morowali, padahal turnamen ini bagian dari upaya dalam mengembangkan bakat dan pengembangan persepakbolaan di Kabupaten Morowali, namun Insya Allah ke depan turnamen ini akan diselenggarakan secara kontinyu dan kita semua berharap dalam proses pelaksanaan tahun berikutnya akan lebih baik lagi, olehnya itu, ASKAB PSSI Morowali dan panitia penyelenggara sangat terbuka dalam menerima kritikan dan masukan yang sifatnya membangun sebagai bahan evaluasi kita bersama demi kemajuan persepakbolaan di Kabupaten Morowali" ungkap Gafar. 



   Ia juga menyampaikan permohonan maaf kepada official dan kedua tim yang seharusnya menjalani pertandingan final. "Permohonan maaf yang sebesar-besarnya kepada kedua tim, namun ini harus kita lakukan sebagai contoh disiplin kita dalam membangun persepakbolaan kita di Morowali, saya sadar bahwa fanatisme dan antusiasme penonton adalah wujud kecintaan terhadap sepakbola, akan tetapi saya berharap jangan sampai fanatisme kita sendiri yang dapat merugikan tim dan persepakbolaan kita itu sendiri, ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada semua pihak yang turut membantu dalam proses penyelenggaraan turnamen ini sehingga pesan yang ingin disampaikan ASKAB PSSI Morowali bahwa PSSI itu ada di Morowali bisa terlaksana, apresiasi yang setinggi-tingginya kepada seluruh tim dan official yang telah mengikuti turnamen dengan baik dan selalu menjunjung tinggi nilai sportifitas, mohon maaf kepada semua tim dan official jika dalam proses penyelenggaraan turnamen ini masih banyak kekurangan dan kekeliruan yang terjadi, kami dari ASKAB punya sistem dan proses tersendiri untuk mengevaluasinya" tandas Gafar.BAMS.

Post a Comment

To be published, comments must be reviewed by the administrator *

Lebih baru Lebih lama
Post ADS 1
Post ADS 1