Pemerintah "Tutup Mata" Terkait Aspirasi Warga untuk Perluasan Lahan Pasar Ongka

TRANS SULTENG - Hingga saat ini, Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong masih ''tutup mata'' menanggapi aspirasi warga dan pedagang pasar Ongka untuk perluasan lahan pasar.


Kendati, penyampaian aspirasi baik secara lisan maupun tulisan untuk perluasan lahan sudah berkali kali disampaikan kepada pemerintah kecamatan.


"Persoalan ini sudah beberapa kali disampaikan kepada Camat Ongka tapi sayangnya tidak pernah digubris.Hanya masuk ditelinga kiri keluar ditelinga kanan.Ini yang kami sayangkan," keluh Ahadin, salah satu pedagang Pasar Ongka.


Mantan mandor di Pasar Ongka ini mengaku, sangat kecewa atas tidak adanya solusi dan langkah langkah kongkrit yang dilakukan pihak kecamatan maupun instansi terkait lainnya.


"Sejak pak Asmadi sebagai Camat Ongka, tidak pernah ada solusi untuk perluasan Pasar Ongka.Padahal, lokasi pasar sangat berdekatan dengan kantor Camat.Hanya dilihat sebelah mata saja, ketika jalan trans yang sebagian jalan sudah dipadati warga untuk berjualan," keluhnya.


Dia mengaku, karena lahan berukuran 75 x 75 m, yang dibangun pemerintah sejak tahun 80 an, saat ini sudah tidak memungkinkan lagi.


Disamping itu, kata Ahadin, karena sempitnya lahan dengan membludaknya pedagang akibatnya sering terjadi keributan ditengah pasar hanya gara gara memperebutkan tempat jualan.


"Sering terjadi keributan karena memperebutkan tempat untuk berjualan," akuinya.


Kadis Perindag Parigi Moutong, Moh.Yasir mengaku baru mendengar adanya keluhan warga maupun para pedagang pasar Ongka terkait perluasan lahan.


"Saya baru dengar, karena selama ini tidak pernah ada penyampaian dari pemerintah kecamatan.Nanti minggu depan kami akan turun langsung ke lapangan," akuinya.



Lap:SRD



Post a Comment

To be published, comments must be reviewed by the administrator *

Lebih baru Lebih lama
Post ADS 1
Post ADS 1