TransSulteng-Morowali- Ketua Dewan Pengawas Asosiasi Pengusaha Jasa Tenaga Kerja (Apjaker) Kabupaten Morowali, Irsad Amir, menolak keras adanya rencana MoU perekrutan tenaga kerja, antara Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Morowali dengan Pemkab Toraja Utara
Rencana MoU tersebut disampaikan saat kunjungan kerja Pemkab Toraja Utara ke Kabupaten Morowali belum lama ini.
Dikatakan Irsad, saat ini telah banyak tenaga kerja dari luar wilayah Morowali yang bekerja di kawasan industri Morowali, dan tak pernah ada larangan siapapun yang ingin mencari nafkah di Kabupaten Morowali.
Namun kata Irsad, tak perlu sampai ada MoU yang nantinya akan menimbulkan asumsi buruk di masyarakat, yang seakan-akan mendiskreditkan tenaga kerja lokal.
"Masyarakat Morowali tidak pernah melarang siapapun yang masuk dan bekerja di Morowali, tapi tidak perlu lah sampai ada MoU, sebaiknya dibatalkan saja rencana MoU itu, banyak juga orang lain yang sudah diterima kerja di Morowali tanpa MoU" ungkap Irsad.
Sebagai Komisaris Utama (Komut) PT Aditya Morowali Perkasa (AMP) yang juga bergerak dalam bidang jasa penyalur tenaga kerja, Irsad mengatakan bahwa pihaknya tak pernah menolak pelamar dari daerah manapun yang penting siap bekerja, namun jika ada tenaga kerja lokal Morowali, tetap dijadikan prioritas.lp-Bams






