Notification

×

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Anwar Hafid Menilai Pemanfaatan Energi Surya Menjadi Solusi Strategis Bagi Sulteng Kedepanya.

الاثنين، 26 يناير 2026 | يناير 26, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-01-26T18:13:02Z


TransSulteng-Palu – Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid, menegaskan komitmennya dalam mendorong transisi energi bersih dengan mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil dan batu bara. 


Ke depan, Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah akan mengembangkan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) sebagai sumber energi alternatif yang lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan.


Langkah ini diambil sebagai bagian dari upaya menjaga kelestarian lingkungan sekaligus memastikan ketersediaan energi listrik yang stabil bagi masyarakat tanpa merusak alam. 


Anwar Hafid menilai pemanfaatan energi surya menjadi solusi strategis bagi Sulawesi Tengah yang memiliki potensi sinar matahari melimpah sepanjang tahun.


"Sekarang ini, di Sulteng ini ke depannya tidak ada lagi nanti pembangkit listrik menggunakan fosil atau batu bara. 


Ke depan sedang dikembangkan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS)," kata Anwar Hafid dalam pernyataannya usai dilantik sebagai Ketua Dunia Melayu Dunia Islam (DMDI) Sulawesi Tengah di Ballroom Best Western Hotel, Palu, Senin (26/01/2026).


Anwar Hafid menjelaskan, Sulawesi Tengah memiliki potensi besar untuk merealisasikan penggunaan energi terbarukan tersebut. 

Sebagai langkah konkret, Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah telah menjalin kerja sama dengan badan usaha milik Al-Khairaat dalam pembangunan PLTS.


Ia menyebutkan, pemanfaatan PLTS saat ini sudah mulai diterapkan di sejumlah kantor kedinasan. Ke depan, Anwar Hafid menargetkan seluruh kantor pemerintahan di Sulawesi Tengah dapat menjadikan PLTS sebagai sumber energi utama.


"Kami juga sudah bekerjasama dengan Al-Khairaat untuk membangun PLTS dengan menggunakan kantor-kantor pemerintah daerah. 


Sudah ada beberapa kantor yang bekerjasama, termasuk kantor gubernur, kantor DPRD juga lagi pembangunan," ujarnya.


Selain berdampak positif terhadap lingkungan, Anwar Hafid menilai penggunaan PLTS juga mampu menekan biaya operasional listrik secara signifikan. Menurutnya, pemanfaatan energi surya dapat mengurangi pengeluaran listrik hingga sekitar 40 persen.


"Jadi atap-atap kantor tersebut akan dibangun PLTS sehingga bisa mengurangi pembiayaan listrik kita sampai 40 persen," tuturnya.


Efisiensi tersebut diharapkan dapat memperkuat pengelolaan anggaran, baik di lingkungan pemerintahan maupun bagi masyarakat secara luas. 


Dengan biaya listrik yang lebih murah, pemerintah daerah memiliki ruang fiskal yang lebih besar untuk dialokasikan pada program pembangunan lainnya.


Anwar Hafid pun menargetkan pembangunan dan penerapan PLTS dapat direalisasikan secara menyeluruh pada tahun ini, sehingga penggunaan pembangkit listrik berbasis fosil dan batu bara dapat ditinggalkan secara bertahap.


"Insya Allah tahun ini akan kami realisasikan di seluruh kantor-kantor di Sulawesi Tengah. Jadi ke depannya kita tidak lagi menggunakan pembangkit listrik tenaga fosil atau batu bara," pungkasnya.


Melalui kebijakan ini, Anwar Hafid berharap Sulawesi Tengah dapat menjadi contoh bagi daerah lain dalam mengembangkan energi bersih dan menjaga lingkungan hidup melalui pemanfaatan tenaga surya. 

×
Berita Terbaru Update
close
Banner iklan disini