Notification

×

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Disdikbud Parigi Moutong Prioritaskan 79 sekolah Terpencil

الثلاثاء، 16 يونيو 2026 | يونيو 16, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-06-17T00:11:32Z


TransSulteng-Parigi --Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Parigi Moutong menegaskan komitmennya untuk memprioritaskan pengembangan sekolah-sekolah di wilayah terpencil.


Kebijakan tersebut merupakan bagian dari implementasi visi dan misi Bupati Parigi Moutong yang tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) serta diperkuat melalui rencana strategis Disdikbud.


Kepala Bidang Pembinaan SD Disdikbud Parigi Moutong, Ibrahim, mengatakan arah kebijakan tersebut merupakan amanat langsung dari Bupati Parigi Moutong, Erwin Burase, yang menempatkan pemerataan layanan pendidikan sebagai salah satu fokus pembangunan daerah.


“Berdasarkan program Bupati sesuai visi dan misi yang telah dituangkan dalam RPJMD, Disdikbud kemudian menindaklanjutinya dan menetapkan hal tersebut dalam rencana strategis dinas,” ujar Ibrahim.Selasa,(03/02/2026)


Ia menjelaskan, salah satu prioritas utama Disdikbud adalah sekolah-sekolah yang berada di wilayah terpencil, baik dari sisi infrastruktur, fasilitas pendukung, maupun kenyamanan bagi tenaga pendidik.


Menurut Ibrahim, Bupati Parigi Moutong memiliki harapan agar ke depan para guru dan tenaga pendidik tidak lagi enggan ditempatkan di sekolah terpencil, melainkan justru menjadikannya sebagai pilihan.


Ia menyebutkan, Disdikbud Parigi Moutong berupaya mengusung satuan pendidikan tersebut agar dapat masuk dalam program revitalisasi sekolah pada tahun 2026, bahkan berlanjut hingga 2027 dan 2028.


“Kita berupaya mereka masuk melalui bantuan APBN, karena kalau melalui APBD, keuangan daerah belum mampu,” tegas Ibrahim.


Namun demikian, ia menekankan bahwa untuk mendapatkan bantuan tersebut, satuan pendidikan harus memenuhi sejumlah persyaratan yang telah ditetapkan oleh pemerintah pusat.


“Salah satu syarat utama adalah jumlah siswa. Untuk apa dibantu lagi kalau jumlah siswanya tinggal 20 atau 30 orang. Minimal jumlah siswa 60 orang ke atas, insyaallah itu masuk kategori untuk mendapatkan bantuan,” sebutnya

×
Berita Terbaru Update
close
Banner iklan disini