TransSulteng–PARIGI MOUTONG,– Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong menggelar peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah yang dirangkaikan dengan pemusnahan barang bukti minuman keras (miras) serta pertemuan rutin Dharma Wanita Persatuan (DWP) Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran (Satpol PP dan Damkar) Kabupaten Parigi Moutong. Kegiatan tersebut berlangsung khidmat di Masjid Satpol PP dan Damkar Kabupaten Parigi Moutong, Rabu (16/9/2026).
Bupati Parigi Moutong, H. Erwin Burase, dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan oleh Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah, Adrudin Nur, menyampaikan bahwa peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW merupakan momentum penting bagi jajaran pemerintah dan masyarakat untuk kembali meneladani kehidupan serta akhlak Rasulullah SAW.
"Semakin sering kita memperingati Maulid, seharusnya semakin kuat pula komitmen kita untuk menghadirkan nilai-nilai akhlakul karimah dalam keluarga, lingkungan kerja, kehidupan bermasyarakat, maupun dalam menjalankan tugas pemerintahan," tegas Bupati dalam sambutannya.
Bupati menekankan, khususnya bagi jajaran Satpol PP dan Damkar yang bertugas langsung di lapangan, nilai-nilai kedisiplinan, keadilan, kepedulian, keimanan, dan tanggung jawab yang dicontohkan Rasulullah SAW harus senantiasa menjadi landasan utama dalam memberikan pelayanan dan perlindungan kepada masyarakat.
Sebagai bagian dari komitmen menjaga ketenteraman dan ketertiban umum (Trantibum), kegiatan dilanjutkan dengan pemusnahan barang bukti minuman beralkohol hasil penindakan di wilayah Parigi Moutong.
Adapun rincian barang bukti yang dimusnahkan meliputi:
82 Liter Cap Tikus (kemasan jeriken/curah).
82 Bungkus Cap Tikus dalam kemasan plastik.
17 Botol Minuman Beralkohol (merk Asoka, Anggur Merah, dan Bir).
Bupati menegaskan bahwa pemusnahan ini bukan sekadar tindakan formalitas penegakan aturan, melainkan langkah nyata pemerintah daerah dalam melindungi masyarakat dari dampak buruk peredaran miras yang dapat memicu kriminalitas, gangguan keamanan, hingga penurunan kualitas kesehatan.
"Pemusnahan ini hendaknya dimaknai sebagai ketegasan Pemerintah Daerah sekaligus pesan moral kepada seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga lingkungan dari peredaran minuman beralkohol. Pengawasan dan penegakan Perda harus dilakukan secara profesional, humanis, terukur, dan tidak pandang bulu," tegasnya.
Pendekatan persuasif dan edukatif juga diingatkan agar tetap berjalan seiring dengan penegakan hukum, sehingga masyarakat memahami bahwa aturan diciptakan demi terwujudnya lingkungan yang aman, nyaman, tertib, dan bermartabat.
Pada kesempatan yang sama, Pemerintah Daerah memberikan apresiasi tinggi kepada DWP Satpol PP dan Damkar atas peran strategisnya dalam memperkuat ketahanan keluarga serta membangun kepedulian sosial di lingkungan aparatur.
"Keluarga adalah fondasi utama pembentukan karakter. Dari keluargalah lahir kedisiplinan, tanggung jawab, kejujuran, dan kepedulian yang dibawa ke dalam kehidupan bermasyarakat maupun pelaksanaan tugas," ujar Bupati.
Penghargaan dan ucapan terima kasih juga ditujukan kepada seluruh jajaran Satpol PP dan Damkar atas dedikasi tanpa lelah di garis depan ketertiban umum dan pelayanan penyelamatan darurat.
"Laksanakan tugas dengan penuh integritas. Ketegasan tidak berarti keras, dan sikap humanis tidak berarti lemah. Keduanya harus berjalan beriringan agar kehadiran pemerintah benar-benar dirasakan sebagai pelindung dan pelayan masyarakat," pesan Bupati mengakhiri sambutannya.
Melalui rangkaian kegiatan ini, Pemkab Parigi Moutong berharap hubungan silaturahmi antarinstansi dan masyarakat semakin erat, serta tercipta kesadaran kolektif dalam meneladani akhlak Rasulullah SAW demi Parigi Moutong yang aman dan kondusif.


