Anwar Hafid Ungkapkan Alasan Tetap Pertahankan AHY Ketum Demokrat



TRANS SULTENG - Ketua DPD Partai Demokrat Provinsi Sulawesi Tengah, Anwar Hafid menyatakan tetap akan memberikan dukungan penuh dan setia kepada Katua Umum Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).



   Ia mengungkapkan berbagai alasan mengapa harus tetap solid dan setia kepada AHY. "Saya ingin sedikit kilas balik bagaimana sesungguhnya Pak AHY itu menjadi Ketum, saya ini adalah salah satu kader partai Demokrat yang bukan juga awwalun, bukan juga orang awal tapi saya masuk di Demokrat ini di pertengahan perjalanan umur partai ini, tahun 2010 saya bergabung di Partai Demokrat dan pada saat itu langsung menjadi ketua DPD Partai Demokrat di bawah kepimpinan Mas Anas Urbaningrum, kemudian dalam perjalanannya saya mengikuti dengan baik dengan setia kepada Partai Demokrat yang berganti pimpinan dari Pak Anas ke Pak SBY, sampai hari ini saya melihat bahwa sosok AHY adalah sosok yang sangat mumpuni, memiliki latar belakang karakter yang luar biasa, bukan karena beliau Ketum saya, umur saya lebih tua dari beliau, yang pertama, beliau itu tidak serta-merta jadi Ketum, pada saat itu beliau mengunjungi seluruh ketua DPD dan DPC seluruh Indonesia, beliau meminta saran dan menyatakan pamit kalau diberi amanah akan menjadi Ketum Partai Demokrat" ungkapnya.



   Dari hasil perjalanannya di seluruh 34 provinsi di Indonesia lanjut Anwar Hafid, maka setelah itu kemudian melakukan diskusi-diskusi antara Ketua-Ketua DPD, Ketua-Ketua DPC, sampai akhirnya dilaksanakan kongres di Jakarta. "Saya ingat betul pada saat itu kamilah Ketua-Ketua DPD yang dengan tulus ikhlas memberi dukungan kepada beliau bukan karena ada apa-apa, mengantarkan beliau mendaftar di panitia kongres pada saat itu, saya ingat waktu mendaftar kita yang mengantar beliau kemudian setelah itu masuk di arena kongres, kemudian kita semua ini Ketua-Ketua DPD yang diberi amanah untuk menyampaikan pandangan kita soal kepemimpinan Partai Demokrat ke depan, maka seluruh 34 DPD itu, sepakat satu suara untuk mengusulkan AHY menjadi Ketua Umum Partai Demokrat, dan itu dibacakan di depan seluruh pemilik suara, lengkap pada saat itu" urainya.



   Anwar menjelaskan, setelah terpilih pada saat itu secara aklamasi, kemudian berjalanlah kepemimpinan dibawah Ketum AHY. "Saat itu mulai yang saya lihat pujian pertama beliau ketika melaksanakan Pilkada, saya merasakan sedih pengalaman saya di Sulawesi Tengah, beberapa orang Ketua DPC kita maju calon Bupati dan Alhamdulillah beliau memberikan atensi khusus kepada Ketua-Ketua DPC yang maju dalam Pilkada, sehingga dengan mudahnya mendapatkan rekomendasi, tidak susah itu karena langsung beliau yang atensi dan memberikan perintah khusus kepada Sekjen untuk memberi prioritas khusus kepada Ketua-Ketua DPC pada saat itu, inilah perubahan besar yang terjadi karena beliau begitu atensi dengan kader-kader sesuai dengan komitmen sejak awal" jelasnya.



   Dikatakan Anwar, dalam perjalanannya, AHY sebagai Ketum Partai Demokrat kemudian melakukan komunikasi-komunikasi dengan para Ketua DPD dan DPC, setelah itu beberapa kali melakukan pertemuan-pertemuan secara virtual maupun langsung. "Ini salah satu hal yang saya lihat gerakan yang dilakukan oleh Pak AHY, selanjutnya kemarin kita melihat kalau orang mengatakan bahwa 2019 itu andil Pak Ketum ini belum ada, sesungguhnya 2019 itulah awal karir politik beliau ketika menjadi Komandan Kogasma, beliau yang turun langsung demi Partai Demokrat dalam berjuang untuk tahun 2019 itu, dan Alhamdulillah Demokrat masih tetap bertahan di saat-saat seperti itu, dimana Ketua Majelis Tinggi kita sedang menemani almarhumah di Singapura" jelasnya.



    Selanjutnya dalam perjalanan lain kata Anwar, dari hari ke hari trendnya sangat positif, dalam survey di beberapa lembaga survey, Demokrat berada di 3 besar, 4 besar, paling kurang 5 besar. "Ini kan trend yang sangat bagus menurut saya, kemudian yang berikutnya kita melihat bahwa dari sisi elektabilitas AHY secara pribadi, di beberapa lembaga survei, sosok AHY ini sudah masuk di dalam daftar tokoh di Indonesia yang mulai diperhitungkan namanya, dibandingkan dengan tokoh-tokoh lain yang sudah lebih awal partai politik, AHY baru masuk di partai politik tapi sekarang sudah menjadi perhitungan dan kita lihat di beberapa lembaga survei secara pribadi sangat bagus" urainya.



   Selain itu lanjut Anwar, salah satu karya AHY ketika Pilkada 2020 kemarin bahwa Partai Demokrat berhasil memenangkan kepala daerah yang diusung oleh partai Demokrat sebanyak 48%. "Ini angka yang sangat fantastik tentunya, dari beberapa indikator ini saya berkesimpulan bahwa tidak ada jalan dan tidak ada alasan yang bisa memenuhi untuk bisa kita mengusulkan KLB mengganti AHY sebagai Ketum, kami di DPD Sulawesi Tengah mencoba untuk bertahan dengan cara apapun tetap mendukung setia karena alasan-alasan itu, bukan alasan karena kedekatan, bukan karena cari muka atau cari apapun, tapi semata-mata melihat hal yang objektif dan subjektif dari 4 alasan yang saya sampaikan tadi, kira-kira itu yang menjadi alasan kenapa saya dengan teman-teman Ketua DPC di Sulawesi Tengah ini terus berusaha untuk bagaimana caranya sehingga upaya pengambil alihan kepemimpinan Partai Demokrat ini jangan sampai terjadi dan jangan sampai mendapat restu dari pemerintah" tandasnya.

Post a Comment

To be published, comments must be reviewed by the administrator *

Lebih baru Lebih lama
Post ADS 1
Post ADS 1