Patut di Acungkan Jempol Bripka Sarman Selesaikan Insiden PT. ANA VS Petani Secara Humanis


Caption//Anggota Polres MORUT, Bripka Sarman Saat dikonfirmasi media TransSulteng.Com dilokasi/Foto Roby A Nasir

TRANS SULTENG, Morut - Terkait insiden kecil yang terjadi antara pihak  PT.ANA,dan kelompok Petani dalam hal ini diwakili Zainal . Adu mulut tak bisa dihindari persis terjadi didepan Pos Security Perusahaan Desa Bunta, Kecamatan Petasia Timur, Kabupaten Morowali Utara (Morut).

Peristiwa tersebut berawal dari persoalan buah sawit sebanyak 100 janjang yang berada di lokasi Blok 20 berbatasan dengan wilayah PT.ANA, Jumat (15/10/2021).

Olehnya itu kepada awak media  sejumlah petani yang diwakili   pemilik lahan pak Zainal, dirinya menceritakan bahwa mobil  bermuatan buah sawit miliknya yang telah dipanen dari Blok 21 diklaim oleh perusahaan (PT.ANA), alhasil hal tersebut membuatnya kesal, apalagi lokasi tersebut miliknya.



Sementara itu menurut pak Laba yang saat itu bersamanya, menerangkan bahwa dilokasi Blok 21 yang istilahnya disebut Blok bebas dikarenakan lahan tersebut dengan total luasan  20 Hektar, merupakan pemberian dari Pemerintah Desa (Pemdes) Bunta, bukannya milik perusahaan.

 "Pada saat posisi mobil berisikan buah sawit milik saya sempat di tahan Security persis berdekatan dengan Pos Jaga, dimana alasan perusahaan mereka kehilangan buah di blok 20 sebanyak 100 janjang, "ungkap Zainal lagi.

Lebih jauh dijelaskan Laba kepada salah satu security yang saat itu tengah menemui Kepala Desa (Kades) Bunta guna menyelesaikan persoalan tersebut. Dimana alhasil Kades memberi saran agar perselisihan itu diatur secara kekeluargaan.

Beruntung  guna menindak lanjuti perkara itu jajaran Buser Polres Morut Bripka Sarman dan dua anggota lainnya turun tangan, dengan mempertemukan kedua belah pihak sembari berdiskusi dengan selalu mengedepankan secara Humanis, apalagi hal itu merupakan program unggulan Kapolri.

Alhasil berkat mediasi dan sosialisasi oleh Bripka Sarman menghasilkan kesepakatan, dimana angkutan yang memuat buah yang 100 janjang itu diturunkan dan melanjutkan perjalanan. Apalagi yang melakukan itu seharusnya Anggota Bhabinkamtibmas bukan Buser.

Beliau (Bripka Sarman-red) memiliki rasa sosial yang tinggi, dan ini perlu dijadikan contoh teladan yang baik dimana sosok pengayom mengayomi masyarakatnya, kami tak hentinya mengucapkan terimakasih banyak pak,"pungkas Zainal.ROBY NASIR

Post a Comment

To be published, comments must be reviewed by the administrator *

Lebih baru Lebih lama
Post ADS 1
Post ADS 1