Tak Mengenal Lelah Anggota Polres Morut Yang Satu Ini Bripka Andi Sarianto, Melakukan Mediasi Di Bawah Cahaya Rembulan Malam Yang Indah


Trans Sulteng,Morut - Anggota Polres Morut, Polda Sulteng ini Bripka Andi Sarianto, tak pernah mengenal lelah dalam menyelesaikan persoalan yang ada di lingkar sawit PT. Agro Nusa Abadi (ANA) yang berada di Desa Bunta, Kecamatan Petasia, Kabupaten Morowali Utara (Morut), Provinsi Sulawesi Tengan, walau pun Pada Malam hari, Selasa Malam (01-11-2021).

Kepada awak media ini salah satu petani sawit, sebut saja papa Sainal (Sahari) yang hendak mengeluarkan buah namun di halangi pihak  pengamanan (Securiti) perusahaan dengan dasar kepemilikan pohon dan buah sawit, namun kepemilikan hak atas lahan tersebut adalah Haji Awak, yang di kuasakan kepada papa Sainal (Sahri) yang sempat memanas karena pihak keamanan (securiti) perusahaan PT. Agro Nusa Abadi (ANA) tidak memberi ruang bahkan sempat adu mulut,"ucap Sahri.

Dalam hal ini kehadiran sosok Bripka Andi Sarianto menjadi sosok penegah yang baik, karena mampu mencairkan suasana yang sudah bersitegang denga mencarikan solusi agar tidak membuat perusahaan dan pihak petani tidak dirugikan, dengan cara mengajak berdiskusi kedua belah pihak di bawah cahaya rembulan malam yang bersinar begitu indah dan  menghasilkan solusi terbaik sebagian buah sawit yang sudah di muat ke mobil di turunkan lagi namun cuma sebagaian agar kedua bela pihak tidak ada yang dirukan guna menghindari hal-hal yang tidak di inginkan,"kata Sahari.

Lanjut, Bripka Andi Sarianto, saya selaku penegak hukum, pengayom harus betul-betul bisa menjadi penengah yang adil agar bisa membuat kedua bela pihak tidak merasa di intimidasi atau pun dirugikan karena seperti mandat Kapolri yang mana dalam menghadapi suatu persoalan masyarakat mengedepankan Restorative Justice, mengedepankan pendekatan-pendekatan terhadap masyarakat,"ungkap Bripka Andi Sarianto.

Ditempat yang berbeda beberapa petani sawit yang tinggal di areal prumahan perusahaan mengungkapkan, ini baru bilang penagak hukum yang berlaku adil kepada masyarakat yang mana dengan melakukan mediasi di bawah cahaya rembulan malam, walaupun hasil dari kesepakatan tidak begitu memuaskan namun kami sudah merasa puas, karena dengan dibagi dua buah tersebut orang tua kami bisa membayar upah panen dan ongkos-ongkos lainnya,"pungkasnya.

Lp Roby A Nasir

Post a Comment

To be published, comments must be reviewed by the administrator *

Lebih baru Lebih lama
Post ADS 1
Post ADS 1