Menanggapi LKPJ Bupati Banggai Tahun 2021, Seorang Tukang Ojek Soroti Kinerja Bupati

 

Transsulteng -Banggai -"Pengamatan saya sebagai tukang ojek atas kinerja AT-FM selama kurang lebih 1 tahun ini Kota Luwuk semakin kumuh, sampah trlihat berserakan dimana-mana, dan petugas sampah nanti tengah hari baru terlihat ada kegiatan mengangkut sampah, itupun tidak semuanya dapat diangkut terangnya kepada media ini Jum'ad (29/04/2022)"

"Seorang tukang ojek sebut saja Bung Salman setiap harinya ia berkeliling kota mengais rezeki, selalu melihat kondisi lingkungan kota yang dulunya terlihat Indah dan Rapi namun hari ini lingkungan kota terlihat amat semakin suram, taman-taman kota pun tidak terawat lagi miris sekali ungkapnya".

"Mana harga minyak goreng naik yang berefek dominan terhadap kebutuhan dasar lainnya, justru Pemda terkesan hanya diam saja dan mejadi penonton, tidak pernah melakukan operasi pasar besar-besaran demi masyarakat" jelas Salman tukang ojek.

"Kemudian lagi, Kabupaten Banggai adalah Daerah penghasil Gas tapi sayang Gas 3 Kg makin langka, kalau pun ada harganya sangat melebihi harga ecer tertinggi (HET) tidak juga ada sidak dari Pemda seolah-olah itu Pemda tidak pernah tau" ini ada apa?.

"Sekali-sekali coba pak Bupati harus jalan-jalan ke pasar simpong, biar bisa melihat kesemrawutan disana pasca kebakaran lalu biar tau jangan hanya diwaktu Kampanye jalan kesana dan kemari masuk lorong-lorong lantas setelah terpilih sudah menjadi Bupati sudah acu tak acu" ucap Salman.

"Sebaiknya batalkan saja jadi tuan rumah PORPROV karena bukan giliran Pemda Banggai menyelenggarakan even tersebut, justru sebaiknya anggaran milyaran itu dialokasikan saja untuk perbaiki jalan rusak" tutup Bung Salams tukang ojek.

Pewarta: Kaperwil Sulteng.

Lebih baru Lebih lama
Post ADS 1
Post ADS 1