" Danrem 133/Nani Wartabone Menjadi Inspektur Upacara Penurunan Bendera Merah Putih HUT RI Ke-77 Tahun 2022"


TransSulteng-Gorontalo- Komandan Komando Resor Militer (Danrem) 133/Nani Wartabone Brigjen TNI Amrin Ibrahim, S.I.P bertindak sebagai Inspektur Upacara Penurunan Bendera dalam rangka memperingati HUT ke-77 Republik Indonesia tingkat Provinsi Gorontalo, bertempat di halaman Rumah Jabatan Gubernur Gorontalo, Rabu (17/8/2022).

Turut hadir dalam kegiatan tersebut, Pj. Gubernur Gorontalo Dr.Ir.Hamka Hendra Noer,M.Si, Kapolda Gorontalo Irjen Pol.Helmy Santika, SH, SIK, M.Si, para Forkopimda Provinsi Gorontalo, Danlanal Gorontalo Letkol Laut (P) Homa Sugama, Kadis Har Satrad 224/Kwd Kap.Lek.Hendri Perdana.K, ST.Han, Unsur Perwakilan kantor wilayah kementrian agama prov. gorontalo Mansyur Basir, SH, Para Asisten, Staf Ahli dan Kepala OPD Provinsi Gorontalo  Para Kepala Perbankan  Para Pimpinan Perguruan Tinggi Swasta dan Negeri, para Tamu dan Undangan.

Upacara Penurunan Bendera dimulai tepat pukul 16.30 Wita dengan parade pasukan TNI, Polri, Basarnas, Satuan Polisi Pamong Praja, serta Aparatur Sipil Negara memasuki lapangan Upacara.

Bertindak sebagai Komandan Upacara AKBP Boby Rahman, SE yang sehari harinya menjabatan Kakor Gadik SPN Polda Gorontalo dan Perwira Upacara Kompol Vondy Steiven Mawitjere, SH.MH yang sehari harinya menjabat  Kasubdit Pertanggung Jawaban Profesi DitPropam Polda Gorontalo.

Sementara anggota Paskibraka yang memperoleh kepercayaan sebagai pembawa baki bendera adalah Try Anggun Abdul Wahab siswi SMA Negeri 3 Kota Gorontalo. Pengerek bendera Rafly Januarta Zen dari SMA Negeri 1 Telaga, pembentang yakni Muhammad Arizky Djafar Siswa SMA Negeri 1 Kabila. Komandan Kelompok Delapan Muhammad Nabil Olii Siswa SMA Negeri 3 Kota Gorontalo dan Komandan pasukan pengibar Rangga Dwiputra Damilu dari MAN 1 Kota Gorontalo.

Usai Upacara, Brigjen TNI Amrin Ibrahim, S.I.P mengucapkan, terima kasih kepada semua pihak yang telah bersama - sama melaksanakan upacara penurunan bendera. 

"Kita sebagai bagian dari warga negara Indonesia sudah seharusnya melaksanakan dengan ikhlas. Kita hanya berdiri memperingati saja, Ingat para pendahulu kita, mereka berjuang dengan mempertaruhkan jiwa dan raganya untuk merebut kemerdekaan. Mereka berjuang dengan tetesan darah dan air mata," tandasnya.lp-Suardi

Lebih baru Lebih lama
Post ADS 1