TransSulteng-Ratolindi– Sebuah kisah memilukan datang dari seorang mahasiswa berinisial FD, yang mengaku ditelantarkan oleh ibu kandungnya sendiri YT Ironisnya, sang ibu merupakan seorang aparatur sipil negara dengan status Guru PPPK yang bertugas di salah satu Sekolah Dasar di Kecamatan Ratolindo.
FD mengungkapkan kekecewaan mendalam atas perubahan sikap ibunya yang drastis.
Menurut pengakuannya, sang ibu kini lebih memprioritaskan suami baru dan anak tirinya dibandingkan darah dagingnya sendiri. Kasih sayang yang seharusnya ia dapatkan kini sirna, berganti dengan pengabaian yang menyisakan luka batin.
"Saya sangat kecewa dengan perlakuan mama selama ini. Ia tega menelantarkan saya dan lebih memilih tinggal bersama suami baru serta anak tirinya," ungkap FD dengan nada getir.
Dugaan Intimidasi dan Mata-Mata
Tak hanya merasa ditelantarkan secara emosional dan materi, FD juga membeberkan pengalaman tidak menyenangkan terkait keamanan pribadinya. Ia merasa ruang geraknya dibatasi dan diawasi secara ketat oleh ayah tirinya.
FD menyebutkan bahwa saat ia menempuh pendidikan di salah satu kampus di Kota Poso, gerak-geriknya kerap diintai. Ia menduga ayah tirinya sengaja memasang "mata-mata" untuk memantau seluruh aktivitasnya di lingkungan kampus.
"Papa tiri saya mengintai gerak-gerik saya di kampus yang ada di Poso. Mereka sengaja memasang orang untuk mengawasi saya," tuturnya lagi.
Sorotan Terhadap Etika Oknum Guru
Kasus ini pun mulai memicu sorotan publik di Kecamatan Ratolindo.
Sebagai seorang pendidik yang seharusnya menjadi teladan di sekolah maupun di masyarakat, tindakan oknum guru PPPK tersebut dinilai sangat tidak terpuji jika benar terbukti menelantarkan anak kandung.
Hingga berita ini diturunkan, pihak media masih berusaha melakukan klarifikasi kepada oknum guru yang bersangkutan serta pihak Dinas Pendidikan terkait untuk menanggapi isu penelantaran anak dan dugaan intimidasi yang dialami oleh FD.
Kasus ini menjadi pengingat pahit bahwa di balik seragam dinas, ada tanggung jawab moral besar sebagai orang tua yang tidak boleh ditinggalkan hanya demi ego atau keluarga baru.













