TransSulteng-Parigi – Mewakili Bupati Parigi Moutong, H. Erwin Burase, Sekretaris Daerah Kabupaten Parigi Moutong, Zulfinasran, secara resmi membuka kegiatan Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Penguatan Kapasitas Satuan Perlindungan Masyarakat (Satlinmas) yang digelar di Aula Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Kamis (23/04/2026).
Kegiatan tersebut berlangsung khidmat dan penuh semangat kebersamaan. Para peserta yang berasal dari berbagai desa dan kelurahan tampak antusias mengikuti setiap rangkaian pelatihan yang dirancang untuk meningkatkan kemampuan teknis, kedisiplinan, serta kesiapsiagaan dalam menghadapi berbagai situasi di lapangan.
Dalam sambutannya, Zulfinasran menyampaikan apresiasi dan penghargaan atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia menegaskan bahwa penguatan kapasitas Satlinmas merupakan langkah strategis Pemerintah Daerah dalam memperkuat sistem perlindungan masyarakat berbasis desa.
Menurutnya, Satlinmas memiliki posisi yang sangat penting karena menjadi garda terdepan yang berinteraksi langsung dengan masyarakat serta memahami kondisi sosial di lingkungannya masing-masing.
“Satlinmas bukan sekadar pelengkap organisasi di desa, tetapi merupakan ujung tombak dalam menjaga keamanan, ketertiban, dan perlindungan masyarakat. Mereka hadir di tengah masyarakat, baik dalam kondisi normal maupun saat menghadapi situasi darurat,” ujar Zulfinasran.
Ia juga menyoroti bahwa tantangan ke depan semakin kompleks, mulai dari ancaman bencana alam, konflik sosial, hingga dampak perkembangan teknologi informasi. Oleh karena itu, anggota Satlinmas dituntut untuk terus meningkatkan kapasitas, wawasan, dan kemampuan adaptasi terhadap perubahan zaman.
Dalam arahannya, Sekda menjelaskan bahwa peran Satlinmas ke depan mencakup berbagai bidang strategis, di antaranya kesiapsiagaan bencana sebagai tim reaksi cepat di tingkat desa, pengamanan proses demokrasi seperti pemilihan umum dan pemilihan kepala daerah, serta menjadi agen edukasi hukum bagi masyarakat.
Selain itu, Satlinmas juga diharapkan menjadi mitra strategis pemerintah dalam mendukung pelaksanaan program pembangunan daerah. Kehadiran mereka di tengah masyarakat dinilai mampu memperkuat komunikasi antara pemerintah dan warga, sekaligus membantu menciptakan stabilitas sosial yang kondusif.
Lebih lanjut, Zulfinasran mengungkapkan bahwa penguatan peran Satlinmas telah terintegrasi dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD). Implementasinya dilakukan melalui sinergi lintas Organisasi Perangkat Daerah (OPD), dengan dukungan anggaran dari APBD serta kolaborasi bersama pihak swasta melalui program Corporate Social Responsibility (CSR).
Ia menekankan bahwa dukungan tersebut tidak hanya dalam bentuk anggaran, tetapi juga meliputi penyediaan sarana dan prasarana, peningkatan kualitas pelatihan, serta pembinaan berkelanjutan agar Satlinmas semakin profesional dalam menjalankan tugasnya.
Menutup sambutannya, Sekda mengajak seluruh peserta Diklat untuk mengikuti kegiatan dengan sungguh-sungguh serta menjadikan ilmu yang diperoleh sebagai bekal dalam menjalankan tugas di masyarakat.
“Satlinmas adalah pilar ketahanan sosial yang menopang pembangunan daerah. Dengan kapasitas yang kuat dan semangat pengabdian yang tinggi, saya yakin Satlinmas mampu menjadi agen perubahan sosial yang membawa dampak positif bagi masyarakat,” pungkasnya.
Melalui kegiatan Diklat ini, diharapkan seluruh anggota Satlinmas di Kabupaten Parigi Moutong semakin siap, tangguh, dan profesional dalam menjalankan peran sebagai pelindung masyarakat sekaligus mitra pemerintah dalam menjaga stabilitas dan













