TransSulteng-Parigi-Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong terus memperkuat langkah percepatan penurunan Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB) melalui kolaborasi lintas program dan lintas sektor.
Komitmen tersebut ditegaskan dalam kegiatan Pertemuan dan Evaluasi Lintas Program dan Lintas Sektor untuk peningkatan capaian Antenatal Care (ANC) K6 serta persalinan oleh tenaga kesehatan di fasilitas pelayanan kesehatan tahun 2026.
Kegiatan yang berlangsung di Aula Hotel Anutapura, Senin (22/6/2026), dibuka secara resmi oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Parigi Moutong, Zulfinasran, yang hadir mewakili Bupati Parigi Moutong, H. Erwin Burase.
Dalam sambutan Bupati yang dibacakannya, Zulfinasran menegaskan bahwa penurunan AKI dan AKB merupakan salah satu prioritas pembangunan daerah.
Menurutnya, keberhasilan menekan angka kematian ibu dan bayi tidak hanya berdampak pada sektor kesehatan, tetapi juga berkontribusi terhadap peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) dan kualitas pembangunan secara menyeluruh.
Ia mengungkapkan bahwa kasus kematian bayi yang masih cukup tinggi menjadi perhatian serius pemerintah daerah. Karena itu, seluruh pihak diminta untuk bersama-sama mengidentifikasi faktor penyebab dan menyusun langkah penanganan yang lebih efektif.
“Permasalahan ini tidak bisa ditangani oleh sektor kesehatan saja. Dibutuhkan keterlibatan seluruh elemen, mulai dari pemerintah desa, kader kesehatan, organisasi masyarakat hingga perangkat daerah terkait,” ujarnya.
Sekda juga menekankan pentingnya pendampingan terhadap ibu hamil sejak masa kehamilan hingga persalinan. Tenaga kesehatan dan kader diharapkan aktif melakukan pemantauan serta kunjungan langsung apabila terdapat ibu hamil yang tidak menjalani pemeriksaan kehamilan sesuai jadwal.
Selain penguatan layanan kesehatan ibu dan anak, Zulfinasran menyoroti pentingnya kesiapan fasilitas penunjang, termasuk ketersediaan stok darah dan sistem rujukan yang cepat serta efektif bagi ibu hamil yang mengalami kondisi darurat.
Menurutnya, optimalisasi program home care, peningkatan kualitas pelayanan kesehatan dasar, serta respons cepat terhadap kasus kegawatdaruratan harus terus diperkuat agar risiko kematian ibu dan bayi dapat ditekan.
Pada kesempatan tersebut, ia juga mendorong agar pembentukan Satuan Tugas (Satgas) maupun Kelompok Kerja (Pokja) penurunan AKI dan AKB dapat diintegrasikan dengan tim atau kelompok kerja yang telah ada sehingga pelaksanaan program lebih efektif, efisien, dan terkoordinasi.
Menutup arahannya, Zulfinasran mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk mempererat kerja sama dan memperkuat komitmen bersama dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat.
“Penurunan angka kematian ibu dan bayi merupakan tanggung jawab bersama. Dengan sinergi yang kuat, kita optimistis mampu mewujudkan generasi yang lebih sehat dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat Parigi Moutong,” pungkasnya.













