TransSulteng-Parigi Moutong – Ancaman abrasi yang terus menggerus kawasan pesisir di Dusun I, Desa Palasa, Kecamatan Palasa, mendapat perhatian serius dari Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong. Dalam kunjungan tersebut, Bupati didampingi Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang dan Pertanahan (PUPRP) Moh. Aflianto Hamzah serta Plt. Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Parigi Moutong.
Hasil pemantauan menunjukkan abrasi telah menyebabkan garis pantai terus terkikis dan mengancam keselamatan warga yang bermukim di sekitar pesisir. Sejumlah infrastruktur juga berpotensi terdampak apabila kondisi tersebut tidak segera ditangani.
Meski sebagian kawasan telah dilengkapi tanggul penahan ombak, bangunan tersebut dinilai sudah tidak lagi mampu menahan gelombang pasang karena ketinggiannya tidak memadai. Akibatnya, air laut masih sering meluap hingga memasuki area permukiman masyarakat.
Tidak hanya itu, sekitar 250 meter garis pantai di bagian selatan lokasi hingga kini belum memiliki tanggul pelindung. Kondisi tersebut membuat wilayah tersebut semakin rentan terhadap abrasi, terutama saat cuaca ekstrem dan gelombang tinggi.
Menyikapi persoalan tersebut, Bupati Erwin Burase meminta perangkat daerah terkait segera melakukan survei lapangan dan kajian teknis sebagai dasar penyusunan rencana penanganan yang komprehensif.
"Penanganan abrasi ini tidak bisa ditunda. Kita harus segera menyiapkan solusi, baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang, termasuk peningkatan fungsi tanggul yang sudah ada dan pembangunan tanggul baru pada titik-titik yang masih terbuka," ujar Bupati.
Ia juga menginstruksikan agar hasil kajian segera ditindaklanjuti dengan pengajuan usulan bantuan kepada Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah dan Pemerintah Pusat.
Menurutnya, penanganan abrasi membutuhkan dukungan anggaran yang cukup besar sehingga memerlukan sinergi seluruh tingkatan pemerintahan.
Bupati menegaskan, Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong berkomitmen memberikan perlindungan maksimal bagi masyarakat pesisir melalui percepatan penanganan abrasi.
Langkah tersebut diharapkan mampu mengurangi risiko bencana, menjaga keselamatan warga, sekaligus melindungi infrastruktur yang berada di sepanjang garis pantai.

