Notification

×
Kadis-Kesehatan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Diduga Keliru Terbitkan Akta Kematian, Lansia 70 Tahun yang Masih Hidup Kesulitan Berobat di Ampana

Jumat, 17 Juli 2026 | Juli 17, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-07-18T01:34:28Z


TransSulteng-Ampana– Dugaan kesalahan administrasi kependudukan kembali menjadi perhatian publik. Seorang warga lanjut usia bernama Abdulkadir (70), yang masih hidup dan kini tinggal bersama keluarganya di Kelurahan Uentanaga Atas, Kabupaten Tojo Una-Una, diduga telah tercatat meninggal dunia sehingga diterbitkan akta kematian. Kondisi tersebut mengakibatkan dirinya mengalami kesulitan mengakses pelayanan kesehatan dan mengurus dokumen kependudukan.


Abdulkadir diketahui mengidap penyakit diabetes yang memerlukan penanganan medis secara rutin. Namun, keterbatasan dokumen identitas membuat proses pelayanan kesehatan yang seharusnya menjadi hak setiap warga negara tidak dapat berjalan sebagaimana mestinya.

Berdasarkan keterangan keluarga kepada awak media, Abdulkadir sebelumnya berdomisili di Kabupaten Morowali. Saat keluarga berupaya mengurus kembali dokumen kependudukan melalui Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Tojo Una-Una, mereka justru memperoleh informasi bahwa Abdulkadir diduga telah tercatat meninggal dunia dan telah diterbitkan akta kematian oleh Disdukcapil Kabupaten Morowali.

Apabila informasi tersebut benar, maka muncul pertanyaan mengenai proses verifikasi yang dilakukan sebelum akta kematian diterbitkan. Sebab, faktanya Abdulkadir masih hidup dan saat ini tengah berjuang melawan penyakit yang dideritanya.


Pada Jumat, 17 Juli 2026, Abdulkadir akhirnya dapat dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah Ampana untuk mendapatkan penanganan medis. Menurut pihak keluarga, keberangkatan tersebut terwujud berkat kepedulian masyarakat, dukungan seorang relawan, serta bantuan dari Ketua DPRD Kabupaten Tojo Una-Una yang turut memfasilitasi agar lansia tersebut segera memperoleh pelayanan kesehatan.


Pihak keluarga mengaku bersyukur atas bantuan yang diberikan berbagai pihak.


«"Kami sangat berterima kasih kepada masyarakat yang telah peduli, kepada relawan, dan kepada Ketua DPRD Tojo Una-Una yang telah membantu sehingga orang tua kami bisa dibawa berobat ke rumah sakit. Harapan kami, persoalan administrasi ini juga segera diselesaikan agar beliau kembali memiliki identitas yang sah dan dapat memperoleh hak-haknya sebagai warga negara," ujar pihak keluarga.»


Hingga berita ini diterbitkan, awak media masih berupaya memperoleh konfirmasi dari Disdukcapil Kabupaten Morowali terkait dasar penerbitan akta kematian atas nama Abdulkadir. Oleh karena itu, Target Kasus News memberikan ruang seluas-luasnya kepada instansi terkait untuk menggunakan hak jawab dan hak klarifikasi demi menjaga keberimbangan informasi sesuai dengan Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers dan Kode Etik Jurnalistik.

Kasus ini menjadi pengingat penting bahwa ketelitian dalam administrasi kependudukan memiliki dampak yang sangat besar terhadap kehidupan masyarakat. Kesalahan pencatatan, apabila terbukti terjadi, dapat menghambat akses warga terhadap pelayanan kesehatan, jaminan sosial, hingga berbagai layanan publik lainnya yang memerlukan identitas resmi.

Di balik persoalan tersebut, kepedulian masyarakat Tojo Una-Una menjadi secercah harapan. Solidaritas warga yang bergotong royong membantu Abdulkadir memperoleh pengobatan membuktikan bahwa nilai-nilai kemanusiaan masih tumbuh kuat di tengah masyarakat.

Masyarakat berharap pemerintah daerah bersama instansi terkait segera menyelesaikan persoalan administrasi yang dialami Abdulkadir secara cepat, tepat, dan sesuai ketentuan hukum, sehingga hak-hak dasar yang bersangkutan dapat dipulihkan dan pelayanan kesehatannya tidak lagi terhambat.

Pewarta: Ramla Ismail

×
Berita Terbaru Update
close
Banner iklan disini