TransSulteng-Parigi-Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong menerima kunjungan kerja Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Perwakilan Sulawesi Tengah bersama Kementerian Pariwisata Republik Indonesia (Kemenpar RI), Jumat (10/7/2026).
Kunjungan tersebut bertujuan memperkuat sinergi dalam mendorong investasi hijau, pengembangan pariwisata berkelanjutan, serta peningkatan tata kelola pemerintahan yang akuntabel.
Rombongan dipimpin Deputi Bidang Industri dan Investasi Kementerian Pariwisata RI, Rizki Handayani Mustafa, dan diterima langsung oleh Wakil Bupati Parigi Moutong, H. Abdul Sahid, di ruang kerja Wakil Bupati.
Kegiatan ini merupakan bagian dari pelaksanaan Agenda Prioritas Pengawasan (APP) BPKP Tahun 2026 yang difokuskan pada penguatan tata kelola investasi, akses pembiayaan, serta pengelolaan persampahan sebagai upaya mendukung terciptanya destinasi wisata yang bersih, berkelanjutan, dan berdaya saing.
Dalam pertemuan tersebut, Wakil Bupati Abdul Sahid menyampaikan apresiasi atas dipilihnya Kabupaten Parigi Moutong sebagai lokasi visitasi lapangan. Menurutnya, kunjungan ini menjadi peluang strategis untuk mempercepat pembangunan ekonomi daerah melalui optimalisasi potensi unggulan.
"Kami menyambut baik kunjungan ini. Semoga menjadi momentum bagi pelaku usaha, khususnya pengelola packing house, untuk terus berkembang dan meningkatkan daya saing komoditas unggulan daerah," ujar Abdul Sahid.
Ia menjelaskan, Parigi Moutong memiliki sumber daya alam yang melimpah, terutama komoditas durian dan kelapa yang memiliki prospek besar untuk dikembangkan, tidak hanya sebagai produk ekspor, tetapi juga sebagai daya tarik sektor pariwisata.
Menurutnya, keberhasilan pengembangan potensi tersebut membutuhkan kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan pelaku usaha agar mampu memberikan nilai tambah bagi perekonomian daerah.
Abdul Sahid juga berharap pendampingan BPKP dapat terus dilakukan guna memperkuat tata kelola pemerintahan, sehingga pelaksanaan program pembangunan, khususnya di sektor investasi, berjalan secara transparan, efektif, dan sesuai ketentuan.
Sementara itu, Deputi Bidang Industri dan Investasi Kementerian Pariwisata RI, Rizki Handayani Mustafa, mengatakan pengembangan sektor pariwisata saat ini diarahkan pada konsep quality tourism atau pariwisata berkualitas yang berkelanjutan dengan mengedepankan potensi khas setiap daerah.
Menurut Rizki, Kabupaten Parigi Moutong memiliki peluang besar mengembangkan agrowisata berbasis durian. Komoditas yang selama ini dikenal sebagai produk ekspor tersebut dinilai memiliki nilai ekonomi lebih tinggi apabila dikembangkan sebagai atraksi wisata.
"Parigi Moutong memiliki potensi yang sangat kuat. Durian tidak hanya menjadi komoditas ekspor, tetapi juga dapat menjadi daya tarik wisata yang mampu menggerakkan sektor perhotelan, transportasi, kuliner, hingga ekonomi kreatif masyarakat," jelasnya.
Ia menambahkan, perbedaan musim panen durian di sejumlah wilayah Parigi Moutong menjadi keunggulan yang memungkinkan kunjungan wisatawan berlangsung hampir sepanjang tahun. Potensi tersebut perlu didukung dengan strategi promosi dan storytelling yang mampu memperkenalkan keunikan durian Parigi Moutong kepada pasar nasional maupun internasional.
Rizki juga mengapresiasi komitmen Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong dalam mengembangkan sektor pariwisata. Menurutnya, dukungan kepala daerah menjadi faktor penting dalam menarik investasi dan menciptakan destinasi wisata yang berdaya saing.
Melalui sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, BPKP, dan pelaku usaha, diharapkan potensi unggulan Parigi Moutong mampu berkembang menjadi kawasan agrowisata berkelas yang tidak hanya memperkuat sektor ekspor, tetapi juga meningkatkan kunjungan wisatawan serta mendorong pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.


