TransSulteng-Inovasi pangan berbasis bahan lokal kembali lahir dari lingkungan akademik Universitas Alkhairaat (UNISA) Palu. Mahasiswi Program Studi Teknologi Hasil Pertanian, Fakultas Pertanian, Fijrah Muhammad, berhasil menyelesaikan studi sarjananya dengan predikat Sangat Memuaskan setelah sukses mempertahankan skripsi pada ujian yang digelar di Aula Dr. Ir. Aris Aksara Pas, M.P., Jumat (3/7/2026).
Kelulusan tersebut ditetapkan melalui yudisium yang dilaksanakan sesaat setelah ujian skripsi selesai. Keberhasilan ini menjadi pencapaian tersendiri bagi Fijrah yang berasal dari Desa Bunia, Kecamatan Bintauna, Kabupaten Bolaang Mongondow Utara, Sulawesi Utara.
Putri pasangan Zainal Muhammad dan Ulfa Paulus itu menempuh seluruh jenjang pendidikan dasar dan menengah di lembaga pendidikan Alkhairaat. Setelah menyelesaikan pendidikan di SD Alkhairaat Padang, MTs Alkhairaat Bintauna, dan MA Alkhairaat Bintauna, ia melanjutkan pendidikan tinggi di Fakultas Pertanian UNISA Palu pada tahun 2022.
Selain aktif mengikuti perkuliahan, Fijrah juga terlibat dalam organisasi kemahasiswaan sebagai pengurus Himpunan Mahasiswa Teknologi Hasil Pertanian (HIMAGETRI) pada Bidang Koordinasi, Advokasi, Media, dan Teknologi.
Dalam tugas akhirnya, Fijrah mengangkat penelitian berjudul "Daya Terima dan Kandungan Gizi Bolu Kukus Ubi Jalar Ungu Bebas Gluten". Penelitian tersebut bertujuan mengembangkan produk pangan alternatif berbasis ubi jalar ungu yang tidak mengandung gluten, namun tetap memiliki kandungan gizi tinggi serta berpotensi menjadi pangan fungsional bagi masyarakat.
Berdasarkan hasil penelitian, penggunaan ubi jalar ungu terbukti meningkatkan kualitas gizi bolu kukus, mulai dari kandungan protein, aktivitas antioksidan, antosianin, hingga karakteristik produk secara keseluruhan. Dari beberapa formulasi yang diuji, perlakuan P3 dinilai sebagai formulasi terbaik karena mampu menghasilkan keseimbangan antara nilai gizi dan tingkat kesukaan panelis terhadap rasa, tekstur, maupun penampilan produk.
Sidang skripsi dipimpin oleh Dr. Arfan, S.P., M.Sc. sebagai ketua tim penguji, didampingi Dr. Jumardin, S.P., M.Si. selaku sekretaris, bersama anggota penguji Dr. Ir. Sekian, S.TP., M.Si., Dr. Ir. Sitti Sabariyah D., M.Si., Siti Fathurahmi Wahid, S.TP., M.Si., dan Spetriani, S.TP., M.Si.
Tim penguji memberikan apresiasi atas hasil penelitian yang dinilai memiliki nilai ilmiah sekaligus peluang besar untuk dikembangkan sebagai produk pangan lokal bernilai tambah. Penelitian tersebut juga dinilai dapat menjadi salah satu upaya mendukung diversifikasi pangan sekaligus meningkatkan pemanfaatan komoditas lokal.
Melalui hasil penelitiannya, Fijrah merekomendasikan adanya penelitian lanjutan terkait formulasi terbaik, uji daya simpan, serta pengembangan kombinasi bahan baku lainnya agar produk bolu kukus bebas gluten memiliki kualitas yang semakin baik dan dapat diproduksi secara lebih luas.
Keberhasilan meraih predikat Sangat Memuaskan diharapkan menjadi motivasi bagi generasi muda untuk terus menghadirkan inovasi melalui penelitian yang mampu memberikan manfaat bagi masyarakat, sekaligus mendorong pengembangan industri pangan sehat berbasis potensi lokal Indonesia(Sugi).


