Notification

×
Kadis-Kesehatan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Ubi Hutan “Ondo” Jadi Pangan Tradisional, Warga Desa Uemakuni Dorong Budidaya

Kamis, 03 September 2026 | September 03, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-09-04T06:20:29Z


TransSulteng–TOJO UNA-UNA – Di tengah perubahan pola konsumsi pangan masyarakat, tanaman yang selama ini tumbuh liar di hutan justru memiliki nilai penting bagi warga Desa Uemakuni, Kecamatan Ampana Tete, Kabupaten Tojo Una-Una, Sulawesi Tengah. 


Tanaman tersebut dikenal masyarakat setempat dengan sebutan "Ondo", sejenis ubi hutan yang telah dimanfaatkan secara turun-temurun sebagai sumber pangan tradisional.

Bagi warga, Ondo bukan sekadar tanaman liar. Umbinya menjadi bagian dari pengetahuan lokal yang diwariskan antar generasi. Cara menemukan, mengambil, mengolah hingga mengonsumsinya sudah dikenal masyarakat sejak dahulu.

Pemanfaatan Ondo biasanya semakin terlihat saat musim kemarau, ketika sejumlah sumber pangan lain mulai sulit diperoleh.

Bertahan di tengah musim kemarau  
Ondo dikenal mampu beradaptasi dengan lingkungan. Bagian tanaman di atas tanah tumbuh merambat atau memanjat. Saat kemarau, batang di atas tanah mengering dan seolah mati. 

Namun di bawah tanah, umbinya tetap bertahan dan menyimpan cadangan kehidupan. Ketika musim hujan tiba dan kelembapan tanah meningkat, umbi tersebut kembali menumbuhkan tunas. Siklus inilah yang membuat Ondo mampu bertahan menghadapi perubahan musim.

Tidak bisa diolah sembarangan
Di balik potensinya, Ondo memiliki satu hal penting yang harus diperhatikan: cara pengolahannya. Masyarakat memahami umbi Ondo tidak bisa langsung dikonsumsi.

Umbi terlebih dahulu diiris, dikeringkan, lalu direndam sekitar 24 jam. Proses ini bertujuan mengurangi kandungan yang berpotensi menimbulkan keracunan. Kesalahan dalam pengolahan dapat berisiko bagi kesehatan. Karena itu, pengetahuan mengolah Ondo secara benar menjadi warisan kearifan lokal yang perlu dijaga.

Dari tanaman liar menuju komoditas pangan lokal
Melihat Ondo yang selama ini tumbuh alami, Pemerintah Desa Uemakuni mendorong agar tanaman ini mendapat perhatian lebih serius.

Kepala Desa Uemakuni, Sukiman Dang, menilai Ondo berpotensi dikembangkan bukan hanya sebagai pangan tradisional, tetapi juga sebagai sumber pangan lokal yang dibudidayakan secara terarah.

"Kami berharap Pemerintah Daerah Kabupaten Tojo Una-Una maupun Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah dapat menganjurkan dan mendorong masyarakat untuk membudidayakan tanaman Ondo," ujar Sukiman.

Menurutnya, selama ini masyarakat masih mengandalkan Ondo yang tumbuh liar. Jika ada penelitian, pembinaan, dan pendampingan yang tepat, tanaman tersebut berpeluang dikembangkan menjadi komoditas pangan lokal.

Dorongan budidaya juga penting untuk menjaga keberlangsungan Ondo. Jangan sampai tanaman yang telah menjadi bagian kehidupan masyarakat justru semakin sulit ditemukan karena hanya mengandalkan yang tumbuh liar.

(Ramla Ismail)


×
Berita Terbaru Update
close
Banner iklan disini