Notification

×
Kadis-Kesehatan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Warga Desa Bomba Resah, YS Berulang Kali Dilaporkan Namun Kembali Beraktivitas

Kamis, 24 September 2026 | September 24, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-09-24T07:22:02Z


TransSulteng–TOJO UNA-UNA — Warga Desa Bomba, Kecamatan Batudaka, Kabupaten Tojo Una-Una, mengaku resah terhadap aktivitas seorang pemuda berinisial YS (21) yang disebut beberapa kali terlibat persoalan di tengah masyarakat.


Sejumlah sumber menyebut YS pernah dilaporkan terkait dugaan penganiayaan dan pencurian. Namun, setelah persoalan tersebut ditangani, YS disebut kembali beraktivitas di lingkungan masyarakat. Kondisi itu memunculkan pertanyaan warga mengenai mekanisme penanganan perkara, termasuk informasi mengenai dugaan gangguan kejiwaan yang disebut menjadi salah satu pertimbangan.


Warga mempertanyakan apakah kondisi kejiwaan YS telah dipastikan melalui pemeriksaan dokter atau tenaga profesional yang berwenang, serta apakah terdapat hasil pemeriksaan medis yang menjadi dasar dalam penanganannya.


Kepala Desa Sebut Persoalan Berulang

Keresahan warga kembali mencuat setelah seorang relawan menghubungi Kepala Desa Bomba melalui WhatsApp pada Minggu (20/9/2026). Percakapan tersebut direkam dan diperoleh awak media. Dalam rekaman, Kepala Desa Bomba menyampaikan bahwa persoalan yang melibatkan YS disebut telah terjadi berulang kali dan membuat masyarakat resah.


Kepala desa juga menyebut persoalan tersebut telah dikomunikasikan dengan pihak Kepolisian Resor Tojo Una-Una. Dalam percakapan itu disampaikan adanya arahan agar YS dibawa ke Polres Tojo Una-Una.


Pernyataan tersebut kemudian memunculkan pertanyaan mengenai batas kewenangan pemerintah desa dalam menangani seseorang yang diduga melakukan tindak pidana, khususnya ketika persoalan tersebut telah berkaitan dengan proses hukum.


Dugaan Gangguan Kejiwaan Perlu Dibuktikan Secara Medis

Informasi mengenai dugaan gangguan kejiwaan YS juga menjadi perhatian warga. Sejumlah sumber bahkan mengaitkan kondisi YS dengan dugaan penggunaan obat-obatan terlarang. Namun, informasi tersebut belum terverifikasi dan belum ada keterangan resmi dari dokter maupun aparat penegak hukum yang membuktikan dugaan tersebut.


Karena itu, masyarakat meminta agar kondisi kejiwaan seseorang tidak disimpulkan hanya berdasarkan informasi dari lingkungan sekitar. Jika memang terdapat dugaan gangguan kejiwaan, pemeriksaan oleh tenaga medis atau ahli yang berwenang dinilai penting untuk memastikan kondisi tersebut.


Sebaliknya, jika belum terdapat pemeriksaan dan keterangan ahli, warga mempertanyakan dasar penyebutan YS mengalami gangguan kejiwaan.


Warga Minta Kepastian Penanganan

Persoalan ini bukan hanya menyangkut YS, tetapi juga berkaitan dengan rasa aman masyarakat Desa Bomba serta kepastian penanganan terhadap setiap laporan dugaan tindak pidana.


Warga berharap persoalan tersebut tidak berujung pada saling lempar kewenangan antara pemerintah desa dan aparat penegak hukum. Jika benar terdapat laporan dugaan penganiayaan maupun pencurian, masyarakat meminta agar seluruhnya diproses sesuai prosedur hukum berdasarkan fakta dan alat bukti yang tersedia.


Hingga berita ini disusun, awak media masih meminta keterangan resmi dari Polres Tojo Una-Una mengenai laporan yang berkaitan dengan YS, termasuk status penanganan perkara, alasan tidak dilakukan penahanan apabila memang demikian, serta apakah telah dilakukan pemeriksaan kejiwaan terhadap yang bersangkutan.


Keterangan resmi dari pihak kepolisian diperlukan agar informasi yang beredar di masyarakat tidak berkembang menjadi asumsi yang belum terverifikasi.


Foto: Dilansir dari unggahan Facebook Rafli Hidayat

Pewarta: Ramla Ismail

×
Berita Terbaru Update
close
Banner iklan disini