Notification

×
Kadis-Kesehatan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Sinergi Cegah Karhutla: Pangdam Tekankan Pencegahan, Wakapolda Tegaskan Sanksi Tegas, Pemprov Apresiasi

Jumat, 23 Oktober 2026 | Oktober 23, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-10-23T16:16:35Z


TransSulteng–SIGI–Latihan Kesiapsiagaan Penanggulangan Bencana Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) yang digelar Kodam XXIII/Palaka Wira di Desa Sibedi, Kecamatan Marawola, Kabupaten Sigi, Jumat (23/10/2026), menghasilkan satu kesepakatan: pencegahan harus dikedepankan, penegakan hukum ditegakkan tanpa pandang bulu.


Latihan yang melibatkan TNI, Polri, Basarnas Palu, BPBD, Dinas Kesehatan dan pemerintah daerah ini digelar di tengah ancaman musim kemarau panjang dan fenomena El Niño yang diprediksi berlangsung hingga Tahun 2027.


Pangdam XXIII/Palaka Wira Mayjen TNI Jonathan Binsar Parluhutan Sianipar mengatakan, Sigi dipilih sebagai sampel model koordinasi penanganan Karhutla tingkat Provinsi Sulawesi Tengah.


Menurutnya, prosedur latihan telah disiapkan sejak dua bulan lalu melalui rapat bersama. Perwakilan Kapolres, Dandim, dan BPBD dari berbagai kabupaten sengaja dihadirkan agar mekanisme komunikasi dan tanggap cepat ini bisa direplikasi di seluruh wilayah.


"Kami ingin mekanisme ini menjadi pola pikir seluruh masyarakat dan komponen institusi, agar setiap pihak memahami tugasnya," kata Pangdam.


Pangdam menegaskan Satgas Karhutla di lapangan akan lebih banyak mengedukasi dan mengimbau masyarakat. Namun ia mengingatkan, pembukaan lahan dengan cara membakar tetap akan diproses hukum. Kapolda, kata dia, telah menyatakan akan menindak perusahaan yang lalai maupun sengaja membuka lahan tanpa kendali dengan sanksi pidana. Ia menyebut latihan serupa akan digelar di setiap wilayah bulan depan.


Senada, Wakapolda Sulawesi Tengah Brigjen Pol menegaskan penegakan hukum akan dilakukan tegas dan berkeadilan.


Pihaknya merujuk pada Instruksi Presiden RI Nomor 11 Tahun 2026 tentang Penguatan Penegakan Larangan Pembukaan Lahan dengan Cara Membakar dan Pengendalian Karhutla.


"Apalagi dalam musim kemarau dan dikuatkan dengan fenomena El Niño, ini menjadi konsentrasi semua pihak, baik individu maupun korporasi," ujarnya.


Polda Sulteng, lanjutnya, akan bekerja sama dengan semua unsur di lapangan untuk membuat terang setiap peristiwa pembakaran hutan dan lahan. "Tanpa pandang bulu," tegasnya.


Sementara itu, Sekretaris Daerah Provinsi Sulteng Dra. Novalina, M.M. menyampaikan apresiasi atas inisiasi Kodam XXIII/Palaka Wira. Ia menilai simulasi yang digelar sangat terintegrasi dengan empat skenario yang diperagakan.


Menurut Novalina, latihan ini menunjukkan penanganan Karhutla adalah tanggung jawab bersama, bukan hanya TNI. Peran pemerintah daerah juga terlihat, mulai dari ambulans Dinas Kesehatan hingga unsur Basarnas.


"Melalui Bapak Gubernur dan seluruh jajarannya, kami mendukung penuh kegiatan ini. Pemprov Sulteng akan hadir mendukung kegiatan serupa ke depan," katanya.


Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas B Palu Muh. Rizal, S.H. menambahkan, sinergi TNI-Polri dan Basarnas sejatinya telah terjalin sejak lama.


Ia menyebut kegiatan di Sibedi bukan hal baru, melainkan bagian dari rencana aksi dan rencana kontingensi yang telah disusun bersama.


"Hari ini kita laksanakan bersama, sehingga sinergitas tidak hanya dalam bentuk cerita, tetapi dalam bentuk implementasi," kata Rizal.

×
Berita Terbaru Update
close
Banner iklan disini