Notification

×
Kadis-Kesehatan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Tragedi Tambang Emas Ilegal Dongi-Dongi Poso,Kembali jadi Sorotan, Dua Penambang Tewas Tertimbun lumpur.

الاثنين، 2 نوفمبر 2026 | نوفمبر 02, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-11-03T22:16:44Z

Trans Sulteng– POSO–Aktivitas pertambangan emas tanpa izin (PETI) di kawasan Desa Persiapan Dongi-Dongi, Kecamatan Lore Utara, Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah, berujung petaka.

 Tana Longsor yang terjadi pada Senin malam (2/11/2026) sekitar pukul 22.00 WITA. 

Longsor tersebut menyebabkan Empat orang penambang tertimbun material tanah dan bebatuan. Dua di antaranya meninggal dunia, sementara dua korban lainnya mengalami luka berat.

Peristiwa tragis tersebut terjadi saat sejumlah penambang sedang melakukan aktivitas pengumpulan sisa material tambang secara manual di bagian bawah lereng gunung.

Nahas, pada waktu bersamaan, sebuah alat berat jenis ekskavator diketahui sedang melakukan pengerukan pada bagian tebing di atas lokasi aktivitas para penambang.


Tanpa diduga, struktur tebing yang tengah dikeruk tiba-tiba runtuh. Material tanah bercampur lumpur dan bebatuan berukuran besar langsung meluncur ke bawah hingga menimbun area kerja para penambang.


Ia menjelaskan,Besarnya material yang jatuh membuat para pekerja di bawah lereng tidak memiliki cukup waktu untuk menghindar dari terjangan longsoran.


Berdasarkan informasi awal, dua korban yang meninggal dunia masing-masing bernama Jamal (47), warga Kecamatan Lolak, Kabupaten Bolaang Mongondow, dan Mat (50), warga Kotamobagu, Sulawesi Utara.

Sementara dua korban lainnya mengalami luka berat dan telah dilarikan ke Kota Palu untuk memperoleh perawatan medis secara intensif.


Keterangan terkait kejadian tersebut diperoleh dari dua orang saksi, yakni Anto (52), warga Desa Persiapan Dongi-Dongi, Kecamatan Lore Utara, serta Fahri (27), warga Kecamatan Palolo, Kabupaten Sigi.

Selain menimbulkan korban jiwa, kejadian itu juga menyebabkan perlengkapan penambangan milik pekerja mengalami kerusakan atau tertimbun material longsor.


Di katakanya ,Hingga saat ini, aparat keamanan bersama warga masih melakukan upaya pencarian dan penyisiran di sekitar titik longsor.


Menurutnya,Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan tidak ada lagi pekerja yang tertimbun material tanah maupun bebatuan.(Syarifuddin).

×
Berita Terbaru Update
close
Banner iklan disini