Kapolres Buol; "Sesuai Arahan Presiden dan Kapolri, Investasi patut di Dukung Untuk Stabilkan Ekonomi di Masa Pandemi"


Trans  Sulteng,Buol-Aliansi Buruh Kelapa sawit PT. Hardaya Inti Plantations (HIP) Buol yang berjumlah 3000 (tiga ribu) an orang karyawan menuntut pemerintah daerah Kabupaten Buol menghentikan segala bentuk intimidasi terhadap aktivitas pekerjaan mereka di dalam area perusahaan sampai pada pemuatan minyak mentah oleh kendaraan CPO, Rabu (22/12/2021).

Kapolres Buol AKBP.Dieno Hendro Widodo,S.I.K, menurunkan personilnya untuk mengamankan tiga ribu lebih massa aksi dari aliansi buruh kelapa sawit PT. Hardaya Inti Plantations (HIP) Buol yang menuntut di hapuskannya segala bentuk intimidasi terhadap perusahaan tempat mereka menggantungkan nasib dan kelangsungan ekonomi keluarganya

Dalam pernyataannya, Kapolres Buol AKBP. Dieno Hendro Widodo,S.I.K, mengatakan, "Sesuai perintah Presiden, sesuai perintah  pimpinan kami (Kapolri),kita harus mendukung investasi di setiap daerah termasuk di Buol,sebab kita berada dalam kondisi pandemi yang berkepanjangan.daerah butuh perusahaan yang berinvestasi agar kestabilan ekonomi dapat terjaga dan menghindari adanya pengangguran di negeri kita" Papar Kapolres Buol Dieno,H.W.

Di tambahkannya,Bila ada yang merasa terganggu dari aktivitasnya dalam melakukan pekerjaan,kami akan menindaklanjuti bila itu ada laporannya dan di dasari dengan bukti-bukti.

negeri ini harus tetap stabil ekonominya di tengah-tengah Pandemi,kita harus dukung perusahaan yang memberikan lapangan pekerjaan bagi masyarakat, Papar Kapolres Buol.

Aksi ini di pimpin orator karyawan PT. Hardaya Inti Plantations (HIP) Buol, Ali Lamora,yang di dampingi Humas PT HIP Lukman,serta seluruh unsur manajemen PT HIP.

Tuntutan massa aksi yang berjumlah 3000-an orang tersebut adalah sebagai berikut;

-Meminta kepada Pemda dan DPRD kabupaten Buol untuk menghentikan segala bentuk intimidasi, provokasi,dan ancaman dari berbagai pihak baik itu politisi, aktivis,LSM,dan atau aliansi/Front dari organisasi manapun, yang dapat menganggu aktivitas pekerja dan kenyamanan investasi PT.HIP di bumi Pogogul kabupaten Buol provinsi Sulawesi Tengah.

-Menolak dan mengecam keras atas tindakan sekelompok massa aksi yang melakukan Pemalangan houling CPO,baik kendaraan supplier maupun kendaraan milik PT. Hardaya Inti Plantations (HIP) Buol.

-Meminta kepada Pemda Buol agar menghentikan sekelompok masyarakat, politisi,aktivis,dan atau LSM dari aliansi/Front, organisasi manapun mengeluarkan seruan "People Power" untuk PT.HIP.

-Meminta hentikan ekploitasi terhadap PT.Hardaya Inti Plantations (HIP).

-Meminta kepada aparat penegak hukum khususnya kepolisian negara RI untuk mengawal dan mengamankan gerakan massa Aksi PT.HIP yang memperjuangkan hak-hak perusahaan.

-Meminta kepada aparat penegak hukum Kepolisian RI untuk menangkap dan mengamankan yang mencoba merongrong Aktivitas PT.HIP  di Bumi Pogogul/Buol.

-Apabila tuntutan tidak di tanggapi oleh pemerintah daerah dan DPRD kabupaten Buol,maka Aliansi Buruh Kelapa sawit PT HIP akan melakukan aksi pendudukan kantor Bupati dan DPRD kabupaten Buol.

Massa Aksi yang berjumlah 3000-an orang karyawan terlebih dahulu menyambangi DPRD, dan perwakilannya di terima oleh Ketua DPRD kabupaten Buol Srikandi Batalipu,S.Sos,Wakil ketua DPRD kabupaten Buol Ahmad Takuloe,S.H,dan sejumlah anggota DPRD lainnya,yang di mediasi langsung oleh Kapolres Buol AKBP. Dieno Hendro Widodo,S.I.K.

Massa dengan jumlah tiga ribuan karyawan tersebut selanjutnya bergerak menuju Kantor Bupati Buol.

Sementara itu,di kantorBupati Buol,telah di siagakan seluruh Personil SatPolPP,dan seluruh ASN termasuk pejabat struktural,serta honorer agar massa aksi dapat di kendalikan mengingat 3000 lebih karyawan ikut serta dalam tuntutan tersebut.

Perwakilan Aliansi buruh kelapa sawit PT. Hardaya Inti Plantations (HIP) di  perbolehkan masuk hanya 20 orang untuk melakukan dialog dengan Bupati Buol dr. H.Amirudin Rauf,S.P.OG.

Dalam dialog tersebut, Bupati Buol mendukung perusahaan dalam melakukan aktivitasnya.(Heny)

Post a Comment

To be published, comments must be reviewed by the administrator *

Lebih baru Lebih lama
Post ADS 1
Post ADS 1