Pengakuan Penghuni DI Kerangkeng Rumah Bupati Langkat, Saat di Tanyain KPK Sangat Mengejutkan, Begini Ceritanya.


Transsulteng.Langkat-Wakil Ketua KPK Nurul Ghufron mengungkap soal tim penyelidik KPK yang menemukan kerangkeng manusia di rumah Bupati Langkat Terbit Rencana Perangin Angin saat melancarkan operasi tangkap tangan (OTT). Ghufron mengatakan ada dua ruang kerangkeng di dalam pagar rumah Terbit Rencana.

"Penyelidik KPK memang menemukan ruangan sebanyak dua ruang yang terlihat seperti ruang berkerangkeng di area dalam pagar rumah Bupati Langkat di dalam nya sekitar 40 orang," kata Ghufron 

Setelah KPK menemukan kerangkeng itu, KPK mencurigai ada masalah. KPK menerima informasi bahwa orang yang ada di dalam kerangkeng itu adalah pekerja di kebun sawit milik Bupati Langkat.

Karena KPK mencurigai ada masalah, KPK kemudian menanyakan siapa orang-orang yang di dalam itu. Orang-orang yang di dalam itu kemudian menerangkan bahwa mereka itu adalah pekerja di kebun sawit milik Bupati Kabupaten Langkat," katanya.

Ghufron mengatakan, saat penyelidik KPK tiba, Terbit Rencana sudah tidak berada di rumah. Tentu saat itu KPK hanya mendokumentasikan dan harus langsung bergerak untuk mencari keberadaan Terbit Rencana.

"Karena pada saat itu tim KPK ke rumah tersebut untuk mencari bupati yang ternyata sudah tidak di tempat. KPK kemudian hanya mendokumentasikan karena harus melanjutkan pencarian yang bersangkutan pada saat itu," katanya.

Selanjutnya, Ghufron mengatakan sempet menanyakan kepada mereka, mereka  mengaku bekerja dari jam 8 sampai jam 6 secara bergantian sip. Dan ada yg sekitar satu tahun sudah di situ di bekerja kan di kebun kelapa sawit. 

Kemudian ketika di tanya, apakah mereka mendapatkan gajih mereka tidak mendapatkan gajih dan mereka nampak ketakutan ketika menyampaikan keterangan - keterangan nya.

Dari keterangan mereka, mengaku sebagian pekerja dan tidak tampak sebagi pecandu ataupun orang sedang di rehab dan tidak ada tim medis, pengakuan mereka kalau ada masalah di permasalahkan dan di siksa dan di ceburkan di kolam depan ruangan krangkeng tersebut, "tuturnya

Ghufron berharap di tindak lanjuti oleh penegak hukum yang berwenang atau komnasham yang telah berkoordinasi dengan kami, " Pungkasnya

Sumber @tvone

(Jandan /red )

Lebih baru Lebih lama
Post ADS 1