Bosaanyo Bunta Pimpin Pelepasan Pemakaman Kapitan Fiktor Adam, dan Sekaligus Pengukuhan Kapitan Yang Baru


Transsulteng -Banggai-Pelepasan kepergian salah seorang sahabat perangkat Adat suku Saluan Bunta, Nuhon, Simpang Raya, menuju ke alam baqah di iringi dengan budaya Adat suku Saluan, lazimnya disebut umapos atau cakalele.

Umapos atau cakalele sebagai simbol tradisi nenek moyang suku Adat Saluan yang turun temurun hingga saat ini masih terus dilakukan oleh anak cucu suku Saluan setiap kali bila ada kegiatan yang menyangkut Adat Saluan.

Pelepasan pemakaman salah seorang perangkat Adat suku Saluan Kapitan Fiktor Adam di Desa Dondo dipimpin langsung oleh tokoh Adat suku Saluan Bosanyo Bunta Syahril Bukalang.

Dalam proses kegiatan pelepasan pemakaman dirumah almarhum Kapitan Fiktor Adam, tokoh Adat (Bosaanyo) menyampaikan lewat pidatonya permohonan maaf dari Tomundo Banggai tidak bisa hadir dipemakaman almarhum karena beliau masih berada di Surabaya.

Melalui penyampaian ini Tomundo Banggai berpesan ia turut berduka cita atas meninggalnya Kapitan Fiktor Adam semoga saja keluarga beliau yang ditinggalkan diberikan kesabaran  dan pesanya lagi kepada Bosaanyo agar pelaksanaan pemakaman itu dapat dilaksanakan sesuai prosedur Adat suku Saluan.

Pelepasan pemakaman dilaksanakan pada hari Rabu (16/4/2022) di Desa Dondo Kecamatan Nuhon Kabupaten Banggai yang dihadiri oleh seluruh pengurus tokoh Adat suku Saluan ditiga Kecamatan.

Hal ini disampaikan langsung oleh Humas Adat suku Saluan Hendra Uloli selaku koresponden dari Wartawan dimedia ini.

Fiktor Adam adalah sahabat terbaik selama kegiatan Adat sehingah kami dari pengurus lembaga Adat merasah sangat kehilangan, ungkap Humas Adat Hendra Uloli dengan nada yang sedih.

Di hadapan para pelayat duka tokoh Adat Bosaanyo Bunta mengukuhkan  sepupu almarhum Fiktor Adam yaitu Yepta Adam penerus perjuangan suku Adat Saluan menggantikan kedudukan  almarhum sebagai Kapitan ungkap Bosaanyo.

Bosaanyo juga mengungkapkan sosok almarhum Kapitan Fiktor Adam belum lama berkecimpung dibidang kegiatan Adat, beliau dilantik sebagai Kapitan dilembaga Adat ini setelah Bapak dari almarhum meninggal dunia ungkap Bosaanyo Syahrial Bukalang.

Kemudian Bosaanyo menyapaikan kepada keluarga yang di tingal pergi oleh Almarhum Kapitan Fiktor lebih bersabar dan ikhlas atas kepergianya ke pangkuan tuhan, mari semangat dan terus berjuang mempertahankan kebenaran dan menumpas kejahilan, ucap Bosaanyo.

Kegiatan acara terakhir pelepasan Almarhum Kapitan Fiktor Adam akan di bawa ketempat pemakaman terus di iringi dengan Umapos (cakalele) tradisi adat suku Saluan sehingah suasana makin menyedihkan para pelayat duka, tutup Humas Adat suku Saluan Hendra Uloli.

Pewarta: Kaperwil Sulteng.

Lebih baru Lebih lama
Post ADS 1
Post ADS 1