Perpisahan kelas 6 Mi Muhammadiyah Madureso


Transsulteng-Kebumen- MI Muhammadiyah Madureso, Kuwarasan gelar acara perpisahan  kelas 6 yang di laksanakan pada sabtu (11/6/2022). 

Acara tersebut di gelar di halaman sekolah  dan di hadiri beberapa tokoh seperti Kepala Desa Madureso, wali murid dan ketua komite sekolah,dan di tampilkan beberapa acara di atas panggung yang di bawakan siswa-siswi  dan tokoh lainnya. 

Acara di awali dengan pembukaan oleh MC, di buka dengan kata "BASMALAH" dan di lanjutkan dengan serangkaian kegiatan seperti membaca Surah Pendek ayat suci Al-Quran oleh beberapa murid Mi. 

Tidak hanya itu, Acara tersebut menghadirkan beberapa Tarian seperti, Tari Arabic, Tari kreasi Pelajar Pancasila, Tari Cindai dll. 

Selanjutnya, Acara di lanjutkan dengan pembacaan Pidato  oleh siswa, Pidato yang di bawakan di acara tersebut tidak biasa,yaitu Pidato berbahasa Arab dan  bahasa Inggris,Dan ada juga di acara tersebut di tampilkan pencak silat oleh beberapa murid yang terlatih dan  pastinya anak tersebut telah di di latih secara maksimal oleh guru yang sudah ahli  dan profesional di bidangnya.

Kemudian, Acara di lanjutkan dengan Pembacaan sambutan oleh pihak Ketua Komite Sekolah Mi Muhammadiyah Madureso, dalam sambutan tersebut beliau menyampaikan pesan yang mendalam bagi para murid maupun wali murid yang hadir di acara tersebut. 

Pesan di sampaikan menyangkut masalah nilai- nilai pendidikan,  yang lebih penting soal Ke agaaman yang harus di terapkan kediri anak tersebut.

Sebab, dalam solat misalnya dalam agama islam kita di ajarkan untuk menjadi orang yang lebih disiplin dan jujur, kalau sholatnya sudah benar dan disiplin pasti anak tersebut bisa menjadi anak yang soleh dan solehah ke depannya 

"Ya kalau dalam sholat kita di ajar kan disiplin dan jujur tidak bisa korupsi, dan misalnya sholat dzuhur di kerjaan di sholat ashar kan  tidak bisa, " Tuturnya. 

Tidak hanya itu, Beliau juga sempat bercerita tentang kehidupan yang di alaminya bersama keluarga ibu tercinta di dalam maslah pendidikan meski ekonomi kurang memadai, tetapi dalam kegigihan dan tekadnya sang ibu dan bapak semua anaknya harus bersekolah, karena menurut sang ibu pendidikan itu lebih penting di banding yang lainnya. 

Menurut beliau,Pesan ibu kepada semua anaknya jangan tinggalkan sholat, karena di dalam sholat kita bisa tau cara kedisiplinan hidup yang lebih baik, meski  dalam keadaan lelah letih, pesan ibu tetap harus sholat. 

"Meski keadaan capek atau ngantuk ibu itu tetap ngasih tau dan membangunkan di waktu malam, " Tuturnya  

Jadi kita bisa menarik kesimpulan dalam cerita beliau, betapa pentingnya dalam mencari ilmu dan melaksanakan sholat di kehidupan kita. 

Lanjut, acara di lanjutkan dengan Ikrar oleh Kepala Madrasah Mi Muhammadiyah Madureso, Siti Nur Chainah, S.Ag , Kepada wali siswa kelas 6,dan pesan yang di sampaikan terkait perkembangan anak selama belajar di Mi Muhammadiyah Madureso Kuwarasan, beliau membimbing semua anak yang bersekolah di Mi tersebut di berikan nilai-nilai yang lebih dari pembelajaran yang Semestinya  yang tidak di berikan di sekolah lain. 

Beliau juga meminta Maaf  kepada wali siswa atas kekurangan yang belum tercapai  yang di idamkan ibu atau bapak selama  bersekolah di Mi tersebut belum bisa tercapainya. 

Sempat sedikit bercerita, anak- anak yang di bimbingan meski belum hapal 30 juz tapi beliau yakin bahwa anak tersebut pasti bisa kedepannya

"Anak-anak ini, semuanya rajin membaca Al-Quran dan tidak lepas membaca dan terus membaca pada saat itu, " Tuturnya. 

Acara di lanjutkan dengan penerimaan ikrar oleh wali siswa kelas 6 dan di lanjutkan pengajian oleh Bapak Dr. H Mujihidin, M. Si. Kemudian di lanjutkan  dengan acara lain seperti poto-poto para Wisuda. 

Tak heran, apabila ketika perpisahan sekolah seringkali membuat hati sedih serta haru, Mengenang kembali momen-momen terindah di sekolah hanya bisa kalian lakukan saat masa perpisahan tiba. 

Terasa berat dan sulit memang meninggalkan sekolah yang membuat kalian dapat berkembang hingga sekarang. Tapi apalah daya, kehidupan harus terus berjalan dan membuat kalian harus rela meninggalkan sekolah, guru, dan kenangan dengan Teman-teman. 

Perpisahan mengajarkan kita untuk menghargai bahwa setiap detik kebersamaan adalah anugerah yang tidak boleh di sia-siakan.

Tidak ada ucapan yang indah dalam sebuah perpisahan namun ada beberapa kata yang terselip di benak para siswa-siswi yang mungkin tidak terucap. 

"Sekarang aku harus keluar dari sekolah yang penuh kasih ini. Tapi, hatiku tidak pernah berubah. Guru saya selalu menjadi guru saya. Mungkin aku akan melupakan pelajaran dari apa yang telah diajarkan kepadaku. Tapi, aku tidak pernah lupa dengan semua jasamu kepadaku. Terima kasih guru terbaik aku."pungkasnya

( jandan )

Lebih baru Lebih lama
Post ADS 1