Pemerintah Morowali Utara 'Anaktirikan' Desa Salubiro


TransSulteng-Salubiro - Tepat tanggal 17 Agustus 2022, Bangsa  Indonesia merayakan hari kemerdekaannya ke 77 tahun.Ibarat manusia usianya cukup dewasa, namun dibalik kemerdekaan itu, masih banyak warga yang belum merasakan kemerdekaan khususnya soal sarana dan prasarana jalan.

Di Morowali Utara misalnya, salah satu Kabupaten penghasil tambang nikel dan kelapa sawit, khususnya di Desa Salubiro Kecamatan Bungku Utara Kabupaten Morowali Utara. Warga Salubiro merasa dianaktirikan oleh pemerintah setempat. Akses jalan jauh panggang dari rasa kemerdekaan.

Penuturan beberapa warga Desa Salubiro di antaranya Pak Yono atau papa Siva, pada Sabtu (06/08/2022).

Dia menuturkan untuk kesekian kalinya, warga Salubiro membawa pasien dari Desa Salubiro menuju Desa lemo untuk mendapatkan pertolongan pertama ke Puskesmas terdekat.

"Terakhir ini, pasien Ibu Sutin Ndidi harus ditandu, karena akses jalan tidak bisa dilalui kendaraan.Pasien ini merupakan pasien yang kesekian kalinya harus ditandu warga," tutur Yono.

Dikatakan Yono, jika musim Pilkada ataupun pemilihan legislatif, mereka selalu memberikan janji janji manis untuk segera ditangani pembangunan jalan.

Anehnya, bupati silih berganti, anggota DPRD baik kabupaten, propinsi maupun pusat pun silih berganti, jalan alternatif warga Desa Salubiro - Lemo tetap tidak tersentuh.

"Musim Pilkada dan Pileg, dorang berlomba lomba masuk desa tawarkan janji manis untuk pembangunan jalan, sayang janji, tinggal janji, rakyat hanya menderita," ungkapnyam.

Lp. Roby A Naser

Lebih baru Lebih lama
Post ADS 1