" Korem 133/NW Melaksanakan Kegiatan Komsos Dengan Komponen Masyarakat TA 2022"


TransSulteng-Gorontalo - Korem 133/Nani Wartabone menggelar kegiatan Komunikasi Sosial (Komsos) Dengan Komponen Masyarakat TA 2022 bertemakan 'Generasi Muda Sebagai Wirausaha Milenial Inovatif Berwawasan Kebangsaan', bertempat di Aula Makodim 1304/Gorontalo Jln. Ahmad Yani, Kel. Biawao, Kota Selatan, Kota Gorontalo, Jum'at (16/9/2022).

Danrem 133/Nani Wartabone Brigjen TNI Amrin Ibrahim, S.I.P dalam sambutannya yang dibacakan oleh Kasiter Kasrem 133/Nani Wartabone Letkol Inf Yayat Priatna P, S.I.P., M.Tr.(Han) menyampaikan Korem 133/Nani Wartabone yang merupakan bagian dari Satuan Komando Kewilayahan TNI AD yang bertugas untuk Menegakkan Kedaulatan Negara dan Keutuhan Wilayah NKRI yang berdasarkan Pancasila dan UUD 1945 serta melindungi segenap bangsa dan seluruh tumpah darah Indonesia dari berbagai ancaman dan gangguan khususnya di wilayah Provinsi Gorontalo.

"Dalam melaksanakan tugas pokok tersebut TNI AD menyadari bahwa keberhasilan pelaksanaan tugas tidak lepas dari dukungan semua elemen bangsa, untuk itu kita perlu mempersiapkan komponen pendukung dan cadangan secara dini untuk tetap menjaga keutuhan NKRI," imbuhnya.

Letkol Inf Yayat Priatna menjelaskan melalui Komunikasi Sosial Korem 133/NW mengajak masyarakat terutama para generasi muda untuk menjadi garda terdepan dalam Kewirausahaan yang Inovatif dan Berwawasan Kebangsaan untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi kreatif yang  tidak dapat terlepas dari generasi muda sebagai gudang kreativitas. 

Karena generasi muda adalah  sumber daya produktif dengan  ide kreatifnya dapat membuka  sebuah usaha (wirausaha) yang juga  membantu Pemerintah dalam  mengurangi tingkat pengangguran di  angkatan kerja produktif. Semakin  banyak anak muda yang berkecimpung di dunia wirausaha, semakin banyak pula produktifitas  yang dihasilkan sehingga berdampak  pula pada meningkatnya perkembangan ekonomi Nasional khususnya di Provinsi Gorontalo.

"Kebijakan Kasad Bidang Terotorial TA 2002, diantaranya :

a. Menata ulang pradigma binter sesuai perkembangan terkini, Binter yang adaptif realistis dan implentatif sesuai kebutuhan wilayah guna mewujudkan jarak juang dan tangguh.

b. menata organisasi dan tugas satuan jajaran staf teritorial untuk mengeliminasi tumpang tindih peran staf.

c. Binter dilaksanakan secara serentak berdaya guna dan berhasil guna dengan tema membantu peningkatan kesejahteraan rakyat dan mengembangkan kearifan lokal.

d. Mempertajam dan meningkatkan nilai guna sisrendal binter dalam konsep sishankamrata dan tri matra terpadu untuk mengahadi seluruh potensi ancaman.

e. Membangun komponen bangsa yg berkarakter bela negara melalui kader warga terlatih," tandasnya.

Dua narasumber dalam Komsos dengan Komponen Masyarakat ini yaitu Kaprodi hukum VVIV Universitas Gorontalo Yoslan K.Koni SH.MH., Pasi Komsos Siter Rem 133/NW Mayor Inf Basrang.

Kaprodi hukum VVIV UG Yoslan K.Koni SH.MH. sebagai pemateri pertama menjelaskan Pasca reformasi tahun 1998 di Indonesia, salah satu agenda dalam mensejahterakan masyarakat terutama dibidang penegakan hukum sampai sekarang masih dipertanyakan.

Orientasi penegakan hukum di Indonesia sendiri dititik beratkan pada pengadilan, kepolisian, kejaksaan, serta lembaga bantuan hukum baik itu pengacara ataupun lembaga bantuan hukum masyarakat, masih belum berjalan maksimal. 

"Penegakan hukum di satu sisi dan keadilan dimasyarakat di sisi lain diperlukan keselarasan, terutama dalam hak mendapatakan bantuan hukum bagi masyarakat dengan tidak membeda-bedakan ras, agama, dan golongan. Sebagaimana amanah UUD 1945 terutama Pasal 27 ayat (2) baik yang telah diamandemen ataupun sebelum amandemen", ungkapnya.

Sementara itu Pasi Komsos Siter Rem 133/NW Mayor Inf Basrang memberikan materi tentang Wawasan Kebangsaan, yang menekankan pentingnya wawasan kebangsaan dalam kehidupan berbangsa dan Bernegara.

"Bangsa Indonesia tidak lahir didasarkan atas persamaan kelahiran, kesukuan, asal usul kedaerahan tetapi lahir dari rasa kebangsaan, paham kebangsaan dan semangat kebangsaan yang sama, yaitu Bangsa Indonesia, oleh karena itu wawasan kebangsaan ini sangat penting untuk bela negara dalam rangka menjaga dan memelihara keutuhan NKRI," pungkasnya.lp-Suardi

Lebih baru Lebih lama
Post ADS 1