TransSulteng-Gorontalo– Sebagai komitmen menjaga kelestarian lingkungan dan mendukung keberlanjutan ekosistem di wilayah Bumi Serambi Madinah, Ratusan personel jajaran Korem 133/Nani Wartabone mengikuti Apel Bersama Pencanangan Gerakan Indonesia Asri tingkat Provinsi Gorontalo, bertempat di Pos Menara Limboto Kel Kayubulan, Kec Limboto, Kab Gorontalo. Minggu (15/2/2026).
Kegiatan yang dipusatkan di Menara Limboto ini menjadi simbol kolaborasi solid antara TNI, Pemerintah Daerah, Polri, serta berbagai elemen masyarakat dalam memitigasi perubahan iklim dan mempercantik bentang alam Gorontalo.
Pada kesempatan Apel Bersama, Irup Gubernur Gorontalo Dr. Ir. H. Gusnar Ismail, M.M., menyampaikan Kawasan Menara Limboto yang berlokasi di Kecamatan Limboto merupakan tempat strategis yang menjadi jalur perlintasan khususnya jalur menuju Ibu Kota Provinsi dan sebagai pusat aktivitas masyarakat.
"Di tahun 2026 ini, kita melaksanakan instruksi langsung dari Presiden Republik Indonesia, Bapak Prabowo Subianto, untuk mengatasi persoalan sampah Nasional secara terpadu melalui gerakan "INDONESIA ASRI".
gerakan ini adalah respon serius pemerintah terhadap darurat sampah dan komitmen kita untuk menciptakan lingkungan yang lebih baik," ungkapnya.
ASRI bukan sekadar Slogan. Asri adalah singkatan dari:
- AMAN yaitu Lingkungan tempat kita tinggal terbebas dari bahaya penyakit akibat sampah.
- SEHAT yaitu Terwujudnya kualitas kesehatan masyarakat yang lebih tinggi.
- RESIK yaitu Bersih dari sampah, tertata rapi dan nyaman.
- INDAH yaitu Asri dan lestari, sedap dipandang mata.
Lebih lanjut, Gubernur mengatakan Gerakan Nasional Indonesia Asri merupakan ajakan untuk berubah. berubah dari sikap abai menjadi peduli. dari kebiasaan merusak menjadi kebiasaan menjaga. Perubahan besar selalu dimulai dari langkah kecil, dan langkah kecil itu dimulai dari diri kita sendiri.
Hari ini Kita tidak Sekadar Melaksanakan apel. kita sedang menanam sebuah harapan tentang Gorontalo yang Bersih, Hijau, Sehat dan Layak diwariskan kepada generasi yang akan datang.
"Marilah Kita Memberi Contoh, setiap aparat menjadi teladan, setiap mahasiswa menjadi penggerak, dan setiap warga ikut menjaga lingkungannya, maka saya yakin, gorontalo akan menjadi daerah yang tidak hanya indah secara alam, tetapi juga kuat secara karakter.
Mari Kita Jadikan Gerakan Ini sebagai gerakan hati. bukan karena perintah, tetapi karena kesadaran. bukan kegiatan seremonial saja, tetapi sebagai budaya hidup sehari-hari," tegasnya.
Mengutip penyampaian dari Gubernur Gorontalo, Kasiter Kasrem 133/NW Kolonel Kav Eko Julianto Ramadan, M.Tr.(Han)., mengatakan, Kegiatan ini merupakan bagian dari tindak lanjut Inisiasi Program Indonesia Asri yang diluncurkan oleh Presiden Republik Indonesia.
Kami TNI siap berkolaborasi dalam program Gerakan Indonesia Asri sebagai upaya membantu pemerintah daerah dalam penanganan sampah nasional dan penataan lingkungan yang lebih tertata, bersih, dan nyaman.
"Pencanangan Gerakan Indonesia Asri merupakan aksi nyata gotong royong yang dilaksanakan secara nasional untuk menciptakan lingkungan yang bersih, tertata, dan nyaman, serta berfokus pada Kolaborasi antara pemerintah, TNI, Polri, ASN dan masyarakat untuk mengatasi masalah sampah dan penataan ruang Publik,” ujar Kasiter.
Guna memastikan efektivitas dan cakupan pembersihan yang menyeluruh, pembagian personil dari pemerintah, TNI, Polri, ASN dan masyarakat membagi personel ke dalam tiga sektor utama yang menjadi wajah dan urat nadi ekosistem di Kabupaten Gorontalo.
- Sektor pertama di area Taman dan Menara Limboto sebagai ikon pariwisata dan pusat aktivitas masyarakat, area Menara Keagungan dan Taman Limboto menjadi fokus utama penataan estetika. Personel gabungan melakukan pembersihan sampah organik dan non organik serta perapihan tanaman, guna mengembalikan keasrian pusat kota.
- Sektor kedua di area Pasar Shopping Limboto, sektor ini difokuskan pada pengangkutan sampah domestik dan pembersihan drainase pasar, diharapkan dapat menciptakan lingkungan pasar yang lebih higienis dan nyaman bagi pengunjung.
- Sektor ketiga di area Sungai Biyonga,Sektor ini menjadi krusial dalam mitigasi bencana banjir dan pelestarian ekosistem air.
Personel jajaran Korem 133/NW bersama dinas terkait melakukan pengangkatan sedimen serta pembersihan limbah yang menghambat aliran sungai Biyonga. Langkah ini diambil untuk memastikan kelestarian sumber daya air dan meminimalisir risiko luapan air saat musim penghujan.






