Notification

×

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Bupati Parigi Moutong Buka Muscab VII IBI, Soroti Kualitas Layanan dan Tuntut Profesionalisme Bidan

Selasa, 31 Maret 2026 | Maret 31, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-03-31T11:25:43Z


TransSulteng-Parigi – Di tengah masih adanya tantangan serius di sektor kesehatan, khususnya penanganan stunting serta angka kematian ibu dan bayi, Bupati Parigi Moutong membuka langsung Musyawarah Cabang (Muscab) Ke-VII Ikatan Bidan Indonesia (IBI), Selasa (31/03/2026), di Aula Bappelitbangda.


Mengusung tema “Satukan Langkah dalam Transformasi Kesehatan untuk Penguatan Pelayanan Kebidanan Berkesinambungan Berbasis Bukti”, kegiatan ini tidak sekadar seremoni organisasi, tetapi menjadi panggung evaluasi terhadap kualitas layanan kebidanan di daerah.


Dalam sambutannya, Bupati secara tegas mengingatkan bahwa transformasi kesehatan tidak boleh berhenti pada slogan. Ia menekankan pentingnya perubahan nyata di lapangan, terutama dalam peningkatan mutu pelayanan kepada masyarakat.


“Peran bidan sangat strategis, tetapi harus dibarengi dengan profesionalisme dan tanggung jawab yang tinggi. Pelayanan tidak boleh asal jalan, harus berbasis standar dan ilmu pengetahuan,” tegasnya.


Sorotan juga diarahkan pada masih tingginya perhatian pemerintah terhadap isu stunting dan keselamatan ibu serta bayi. Bupati menegaskan bahwa bidan sebagai garda terdepan tidak boleh lengah dalam menjalankan tugasnya.


“Ini bukan sekadar tugas rutin. Ini menyangkut nyawa manusia. Maka tidak ada ruang untuk pelayanan yang tidak maksimal,” ujarnya dengan nada serius.


Ia juga menyinggung pentingnya penerapan evidence-based practice atau pelayanan berbasis bukti, yang dinilai belum sepenuhnya diterapkan secara konsisten di lapangan.


“Setiap tindakan harus punya dasar ilmiah yang jelas. Kalau tidak, maka kualitas layanan akan stagnan dan kepercayaan masyarakat bisa menurun,” tambahnya.


Lebih jauh, Bupati menegaskan bahwa Muscab IBI harus menjadi momentum pembenahan internal organisasi, bukan hanya agenda pergantian kepengurusan semata.


“Jangan hanya fokus pada struktur organisasi. Yang paling penting adalah bagaimana IBI mampu melahirkan program kerja yang berdampak langsung bagi masyarakat,” tegasnya lagi.


Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong, lanjutnya, akan terus memberikan dukungan, namun ia juga mengingatkan bahwa peningkatan kualitas layanan kesehatan tidak bisa hanya bergantung pada pemerintah.


“Tenaga kesehatan, khususnya bidan, harus terus meningkatkan kompetensi, menjaga etika profesi, dan memberikan pelayanan yang benar-benar berpihak kepada masyarakat,” tandasnya.


Di akhir sambutannya, Bupati berharap Muscab ini tidak sekadar menghasilkan keputusan administratif, tetapi mampu melahirkan langkah konkret untuk menjawab berbagai persoalan kesehatan di daerah.


Kegiatan ini turut dihadiri Ketua TP PKK, unsur Forkopimda, pengurus IBI Provinsi Sulawesi Tengah, Kepala BPJS Ketenagakerjaan, para kepala puskesmas, serta seluruh anggota IBI Cabang Parigi Moutong.

×
Berita Terbaru Update
close
Banner iklan disini