Notification

×

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Pengelolaan Sampah Berbasis Inovasi, Parigi Moutong Gandeng Kementerian Lingkungan Hidup

Senin, 30 Maret 2026 | Maret 30, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-03-30T13:19:56Z


TransSulteng-Parigi - Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong menerima kunjungan Tim Pendamping dari Kementerian Lingkungan Hidup dalam rangka penguatan pengelolaan sampah daerah, bertempat di ruang kerja Bupati, Senin (30/03/2026).


Pertemuan ini dihadiri oleh Ketua DPRD Parigi Moutong, serta sejumlah perangkat daerah terkait, di antaranya Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Dinas pemberdayaan perempuan serta Dinas Pekerjaan Umum.


Dalam kesempatan tersebut, Tim Pendamping menyampaikan bahwa Parigi Moutong merupakan salah satu daerah yang mendapatkan pendampingan khusus dalam pengelolaan sampah. 


Pendampingan ini bertujuan untuk meningkatkan sistem pengelolaan sampah agar lebih terstruktur, efektif, dan berkelanjutan. 


Pembahasan difokuskan pada strategi pengolahan sampah, termasuk perencanaan zonasi Tempat Pembuangan Akhir (TPA), penguatan pengelolaan sampah anorganik, serta optimalisasi bank sampah. Selain itu, pihak kementerian juga akan membantu mencarikan mitra (buyer) untuk pengolahan sampah plastik guna meningkatkan nilai ekonomi dari limbah tersebut.


Aspek komunikasi, informasi, dan edukasi (KIE) juga menjadi salah satu strategi. Dinas Kominfo diharapkan berperan aktif dalam menyosialisasikan pentingnya pengelolaan sampah kepada masyarakat, khususnya di lingkungan perumahan, pasar dan perkantoran .


Bupati Parigi Moutong Erwin Burase menekankan pentingnya edukasi kepada masyarakat serta dukungan inovasi dalam pengelolaan sampah. 


Ia mengungkapkan bahwa saat ini telah ada inisiatif dari generasi muda di wilayah Kotaraya yang mampu mengolah sampah plastik menjadi bahan bakar minyak. Menurutnya, inovasi tersebut perlu didukung karena berpotensi mengurangi volume sampah secara signifikan.


Selain itu, pertemuan juga membahas potensi pengolahan sampah organik, khususnya dari limbah kulit durian. Hal ini dinilai strategis mengingat terdapat sekitar 17 packing house durian di Parigi Moutong, sehingga limbah organik dapat dikelola menjadi produk bernilai ekonomi.


Kegiatan ini merupakan evaluasi awal dalam rangka pendampingan, di mana tim dari kementerian juga akan melakukan peninjauan langsung terhadap fasilitas pengelolaan sampah di berbagai lokasi, termasuk pasar, kawasan permukiman, dan perkantoran.


Melalui sinergi antara pemerintah daerah, kementerian, dan masyarakat, diharapkan pengelolaan sampah di Parigi Moutong dapat semakin baik, berkelanjutan, serta memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat.


×
Berita Terbaru Update
close
Banner iklan disini