TransSulteng-Parigi – Suasana kebersamaan dan kehangatan terasa kental dalam pelaksanaan Halal Bi Halal yang dirangkaikan dengan perayaan Lebaran Ketupat 1447 Hijriah di Kelurahan Bantaya, Kecamatan Parigi.
Kegiatan ini mendapat apresiasi langsung dari Bupati Parigi Moutong, H. Erwin Burase, yang menilai kegiatan tersebut sebagai wujud nyata pelestarian tradisi sekaligus penguat persatuan masyarakat.
Dalam sambutannya, Bupati menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan yang mempertemukan berbagai elemen masyarakat, mulai dari unsur pemerintah, tokoh agama, tokoh masyarakat, pemuda, hingga insan pers.
“Atas nama pribadi dan Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong, saya menyampaikan penghargaan setinggi-tingginya kepada Pemuda Tugu Perdamaian Kelurahan Bantaya yang telah menggagas kegiatan ini. Ini bukan sekadar tradisi, tetapi juga simbol kebersamaan dan kepedulian sosial,” ujar Bupati.
Ia menegaskan bahwa Halal Bi Halal merupakan tradisi luhur bangsa Indonesia yang menjadi momentum untuk saling memaafkan, memperbaiki hubungan, serta mempererat ukhuwah. Sementara itu, Lebaran Ketupat mencerminkan nilai kesederhanaan, rasa syukur, dan kebersamaan yang telah mengakar dalam kehidupan masyarakat, khususnya warga Gorontalo yang berdomisili di Bantaya.
Lebih lanjut, Bupati berharap kegiatan ini tidak hanya menjadi agenda seremonial tahunan, tetapi juga mampu memperkuat nilai-nilai persaudaraan, toleransi, dan solidaritas sosial di tengah masyarakat.
“Peran pemuda sangat strategis sebagai motor penggerak dalam menjaga persatuan serta menciptakan lingkungan yang aman, damai, dan harmonis. Momentum ini harus kita jadikan sebagai langkah bersama dalam membangun daerah yang kita cintai,” tambahnya.
Pada kesempatan tersebut, Bupati juga menyoroti tantangan serius yang dihadapi daerah, khususnya terkait penyalahgunaan narkoba. Ia mengingatkan bahwa Kabupaten Parigi Moutong termasuk wilayah yang rawan peredaran narkotika di Sulawesi Tengah.
“Kita semua memiliki tanggung jawab untuk memutus mata rantai peredaran narkoba. Saya mengajak generasi muda untuk mengatakan tidak pada narkoba, memperkuat iman, serta mengisi waktu dengan kegiatan positif,” tegasnya.
Menurutnya, peran keluarga, tokoh masyarakat, serta organisasi kepemudaan sangat penting dalam membimbing generasi muda agar tetap berada pada jalur yang benar.
Kegiatan yang diinisiasi oleh Pemuda Tugu Perdamaian ini berlangsung meriah dan penuh makna. Selain menjadi ajang silaturahmi lintas elemen masyarakat, kegiatan ini juga menjadi simbol kuatnya nilai kebersamaan di tengah keberagaman.
Menutup sambutannya, Bupati mengajak seluruh masyarakat untuk terus menjaga persatuan dan kebersamaan, sekaligus menyampaikan ucapan Idul Fitri.
“Minal aidin wal faizin, mohon maaf lahir dan batin. Dengan mengucapkan Bismillahirrahmanirrahim, kegiatan Hari Raya Ketupat secara resmi saya nyatakan dibuka,” pungkasnya.













