Notification

×

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Peringati Tahun Baru Islam 1448 H, Ponpes Baitus Sholihin Poso Santuni Anak Yatim untuk Hadirkan Kebahagiaan dan Keberkahan ‎

Minggu, 28 Juni 2026 | Juni 28, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-06-29T06:10:57Z


TransSSulteng-Poso – Pondok Pesantren Modern Baitus Sholihin menjadi saksi khidmatnya pelaksanaan santunan anak yatim dalam rangka memperingati Tahun Baru Islam 1448 Hijriyah. Kegiatan ini berlangsung di Masjid Ponpes Baitus Sholihin, Desa Mekarsari (Napu), Kecamatan Lore Timur, Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah, pada Minggu (28/6/2026) siang.

‎Mengusung tema *"Menghadirkan Kebahagiaan Bagi Anak Yatim, Menghadirkan Keberkahan Bagi Kehidupan",* acara yang berjalan mulai pukul 14.00 hingga 16.30 WITA ini menyalurkan santunan berupa uang tunai kepada 14 anak yatim di wilayah tersebut.

‎Acara ini dihadiri oleh tokoh agama, tokoh masyarakat, dan jajaran pemerintah desa. Di antaranya adalah Rois Suriyah PWNU Sulawesi Tengah sekaligus Pimpinan Pondok Pesantren An-Nahdliyah Darus Shohabah, Almukarram KH. Mustain Abdillah; Sekretaris Desa Mekarsari, Dewa Putu Feryantara, S.Pd; mantan Ketua Ansor Donggala, Edy Zahmin; serta perwakilan panitia dan warga setempat.

‎Rangkaian kegiatan diawali dengan pembukaan, pembacaan ayat suci Al-Qur'an oleh Ustadz Badrus, laporan panitia oleh Ustadzah Dewi Asmarani, hingga prosesi usapan anak yatim yang dipimpin oleh Bapak Sami'an.

‎Dalam sambutannya, Bapak Sami'an menyampaikan rasa syukur dan terima kasih yang mendalam kepada seluruh pihak yang terlibat. "Terima kasih kepada panitia, pimpinan pondok, dan masyarakat Desa Mekarsari yang telah membantu anak-anak yatim ini. Dukungan ini sangat berarti agar mereka bisa merasakan kelayakan hidup dan pendidikan seperti anak-anak lainnya," ujarnya.

‎Ustadz Sobar Riyadi, selaku pembawa hikmah santunan, menekankan pentingnya kepedulian sosial ini sebagai wujud keimanan. "Sebagai umat Nabi Muhammad SAW, membantu anak yatim adalah bagian dari bukti cinta kita kepada Baginda Rasulullah SAW," tutur Ustadz Sobar.

‎Hal senada disampaikan oleh KH. Mustain Abdillah. Beliau menegaskan bahwa menyantuni anak yatim merupakan amaliyah dan tradisi yang melekat kuat pada warga Nahdliyin. Tradisi ini dinilai penting untuk terus dijaga demi memelihara budaya silaturahim sesama umat manusia dan hamba Allah.

‎Dukungan penuh juga datang dari struktur pemerintahan. Sekretaris Desa Mekarsari, Dewa Putu Feryantara, S.Pd, memastikan bahwa pemerintah desa berkomitmen untuk memberikan perhatian berkelanjutan. "Pemerintah desa akan selalu memberikan dukungan, baik secara materi maupun non-materi, kepada anak-anak yatim yang ada di Desa Mekarsari," tegasnya.

‎Melalui momentum Tahun Baru Islam ini, seluruh pihak yang hadir sepakat bahwa perhatian kolektif dari tokoh agama, masyarakat, dan pemerintah sangat dibutuhkan. Langkah nyata ini krusial untuk memastikan anak-anak yatim tidak terdiskriminasi, serta mendapatkan hak pendidikan dan pemenuhan kebutuhan hidup yang setara demi masa depan yang lebih baik.

‎Acara ditutup dengan khidmat melalui pembacaan doa yang dipimpin oleh Kiyai Imam Ponidi,(Alwi).

×
Berita Terbaru Update
close
Banner iklan disini