Notification

×

Indeks Berita

Tag Terpopuler

HUT ke-62 Sulawesi Tengah Jadi Momentum Persatuan, Gubernur Anwar Hafid Serukan Gerakan Bersama Entaskan Kemiskinan

Sabtu, 18 April 2026 | April 18, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-04-19T05:29:54Z


TransSulteng-Palu– Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-62 Provinsi Sulawesi Tengah yang dilaksanakan di halaman Kantor Gubernur, Senin (13/4/2026), berlangsung dengan penuh khidmat, sarat makna, serta diwarnai nuansa kebersamaan dan refleksi mendalam terhadap perjalanan pembangunan daerah.


Upacara tersebut dihadiri oleh sejumlah tokoh penting dan kepala daerah dari seluruh wilayah Sulawesi Tengah. Di antaranya tampak Bupati Parigi Moutong H. Erwin Burase yang hadir bersama Ketua TP-PKK Hj. Hestiwati Nanga, serta Wakil Bupati H. Abdul Sahid. Kehadiran mereka di tribun utama bersama para kepala daerah lainnya mencerminkan soliditas dan komitmen bersama dalam mendukung pembangunan daerah yang lebih maju dan merata.


Berbeda dari peringatan tahun-tahun sebelumnya, suasana HUT kali ini terasa lebih menyentuh dan penuh pesan moral. Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid, dalam sambutannya tidak hanya menyampaikan capaian pembangunan, tetapi juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjadikan momen ini sebagai titik kebangkitan bersama.


Dengan gaya penyampaian yang hangat dan penuh empati, Gubernur mengawali sambutannya dengan menyapa para guru, siswa SMA, tenaga kesehatan, serta berbagai elemen masyarakat yang hadir dari 12 kabupaten dan satu kota. Ia kemudian mengibaratkan Sulawesi Tengah sebagai “ibu kandung” yang sedang memanggil anak-anaknya untuk kembali bersatu, peduli, dan bergotong royong membangun daerah.


“Hari ini Sulawesi Tengah genap berusia 62 tahun. Ini bukan sekadar perayaan, tetapi momentum bagi kita semua untuk kembali bersatu, saling peduli, dan menghadirkan kebahagiaan bagi masyarakat, terutama dalam memastikan anak-anak kita mendapatkan pendidikan yang layak dan layanan kesehatan yang memadai,” ujar Anwar Hafid dengan nada penuh haru.


Di balik suasana perayaan yang meriah, Gubernur juga mengingatkan bahwa masih banyak pekerjaan rumah yang harus diselesaikan bersama. Ia mengungkapkan bahwa berdasarkan data terbaru, masih terdapat sekitar 83 ribu rumah tidak layak huni di Sulawesi Tengah. Kondisi ini, menurutnya, bukan sekadar angka statistik, melainkan cerminan dari tanggung jawab moral seluruh pihak.


Ia pun mengajak para pemangku kepentingan, baik pemerintah, dunia usaha, maupun tokoh masyarakat, untuk meninggalkan ego sektoral dan mulai bergerak secara kolektif. Menurutnya, persoalan kemiskinan tidak dapat diselesaikan secara parsial, melainkan membutuhkan kolaborasi nyata dan berkelanjutan.


Dalam kesempatan tersebut, Gubernur juga menyoroti sejumlah program strategis yang menjadi fokus pemerintah provinsi. Salah satunya adalah program “Berani Cerdas”, yang diharapkan mampu membantu sekitar 37 ribu anak di Sulawesi Tengah yang masih mengalami keterbatasan akses pendidikan. Program ini menjadi langkah konkret dalam menciptakan generasi yang cerdas, mandiri, dan berdaya saing.


Selain itu, komitmen menghadirkan layanan kesehatan gratis juga menjadi prioritas utama pemerintah. Gubernur menegaskan bahwa ke depan tidak boleh ada lagi masyarakat, khususnya anak-anak, yang tidak mendapatkan pelayanan kesehatan hanya karena keterbatasan biaya.


Suasana semakin mengharukan ketika Gubernur Anwar Hafid memberikan penghormatan kepada dua tokoh besar Sulawesi Tengah yang turut hadir dalam kegiatan tersebut, yakni mantan Gubernur HB Paliudju dan Rusdy Mastura. Di hadapan para undangan, ia menyampaikan rasa hormat dan terima kasih atas dedikasi keduanya dalam meletakkan fondasi pembangunan daerah.


“Kita semua patut berterima kasih atas pengabdian beliau-beliau. Semoga senantiasa diberikan kesehatan dan umur panjang untuk terus menjadi inspirasi bagi kita semua,” ucapnya.


Kehadiran Bupati Parigi Moutong bersama Wakil Bupati dalam momentum tersebut juga menjadi simbol kuat sinergi antarwilayah. Hal ini menunjukkan bahwa pembangunan Sulawesi Tengah membutuhkan kerja sama yang solid tanpa sekat dan perbedaan.


Menutup sambutannya, Gubernur kembali menegaskan pentingnya persatuan dan kepedulian sosial. Ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk tidak berpangku tangan terhadap kondisi yang masih dihadapi sebagian masyarakat.


“Mari kita bergandengan tangan, saling membantu, dan hadir untuk mereka yang masih membutuhkan. Kesejahteraan masyarakat adalah tanggung jawab kita bersama, bukan hanya pemerintah semata,” tegasnya.


Rangkaian peringatan HUT ke-62 Provinsi Sulawesi Tengah kemudian ditutup dengan doa bersama dan kegiatan syukuran yang berlangsung hangat dan penuh kekeluargaan di Rumah Jabatan Gubernur. Momen ini menjadi simbol harapan baru agar Sulawesi Tengah terus tumbuh menjadi daerah yang maju, sejahtera, dan berkeadilan bagi seluruh masyarakatnya.

×
Berita Terbaru Update
close
Banner iklan disini