Notification

×

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Gubernur Sulawesi Tengah Resmi Buka Rakor Evaluasi Asta Cita 2026, Bupati Parigi Moutong Paparkan Capaian dan Tantangan Daerah

Rabu, 13 Mei 2026 | Mei 13, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-05-14T01:09:54Z


TransSulteng-Morowali– Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid, secara resmi membuka Rapat Koordinasi Evaluasi Pelaksanaan Program Asta Cita Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia Tahun 2026 yang digelar di Gedung Serbaguna Matano, Kabupaten Morowali, Kamis (13/5/2026).


Kegiatan tersebut dihadiri para bupati dan wali kota se-Sulawesi Tengah, unsur Forkopimda, pimpinan OPD, serta sejumlah perwakilan instansi vertikal dan pemangku kepentingan lainnya. 


Rapat koordinasi ini menjadi forum strategis untuk mengevaluasi pelaksanaan program prioritas nasional sekaligus memperkuat sinergi antara pemerintah pusat, provinsi, dan kabupaten/kota.


Dalam sambutannya, Gubernur menegaskan bahwa dirinya hadir bukan hanya sebagai kepala daerah, tetapi juga sebagai representasi Pemerintah Pusat di wilayah Sulawesi Tengah. Karena itu, evaluasi terhadap implementasi program Asta Cita menjadi hal penting guna memastikan seluruh program nasional berjalan efektif dan tepat sasaran.


“Hari ini saya berdiri di sini bukan hanya sebagai Gubernur Sulawesi Tengah, tetapi juga sebagai perpanjangan tangan Pemerintah Pusat di daerah. Fokus utama kita adalah mengevaluasi sejauh mana program-program unggulan Asta Cita telah berjalan dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” ujar Gubernur.


Ia menjelaskan, rapat koordinasi tersebut memiliki makna penting di tengah tantangan efisiensi anggaran dan dinamika pembangunan yang terus berkembang. Menurutnya, meskipun kebijakan efisiensi fiskal berdampak pada keterbatasan ruang gerak pemerintah daerah, program Asta Cita justru menjadi penggerak utama pertumbuhan ekonomi masyarakat.


“Program-program nasional yang hadir melalui Asta Cita membawa dampak yang sangat besar bagi daerah. Ini menjadi kekuatan baru dalam menjaga pertumbuhan ekonomi sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” tambahnya.


Gubernur juga menyampaikan apresiasi atas dukungan seluruh kepala daerah dan jajaran Forkopimda yang aktif mendukung pelaksanaan evaluasi program prioritas nasional tersebut. Ia berharap seluruh daerah dapat terus memperkuat koordinasi dan menjaga keselarasan program pembangunan.


Lebih lanjut, Gubernur menekankan pentingnya membangun sinergi dan kesamaan langkah antara pemerintah pusat, provinsi, dan pemerintah kabupaten/kota dalam menghadapi tantangan global, percepatan reformasi birokrasi, serta kebutuhan pembangunan yang semakin kompleks.


“Kita harus bergerak dalam satu irama. Kolaborasi dan sinergi antarpemerintah menjadi kunci agar seluruh program Asta Cita benar-benar tepat sasaran, memberikan manfaat nyata, dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat Sulawesi Tengah,” tegasnya.


Pada kesempatan tersebut, Bupati Parigi Moutong, Erwin Burase, turut memaparkan sejumlah capaian pembangunan, tantangan daerah, serta berbagai usulan strategis Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong dalam mendukung pelaksanaan program Asta Cita.


Dalam sektor Program Makan Bergizi Gratis (MBG), Bupati menjelaskan bahwa hingga saat ini Kabupaten Parigi Moutong telah memiliki 21 unit dapur Sentra Penyediaan Pangan Bergizi (SPPG). Dari total 841 sekolah yang ada, sebanyak 354 sekolah telah menerima manfaat program dengan cakupan sekitar 42 persen.


Sementara itu, jumlah siswa penerima manfaat tercatat mencapai sekitar 28 ribu anak atau sekitar 40 persen dari total sasaran penerima layanan.


Meski demikian, pelaksanaan program tersebut masih menghadapi sejumlah tantangan, di antaranya belum optimalnya koordinasi pembangunan dapur dengan pemerintah daerah, distribusi makanan yang belum tepat waktu, proses pembagian makanan yang mengganggu jam belajar, hingga keterlambatan pengusulan data sekolah dan siswa di wilayah terpencil.


Bupati juga menyoroti kondisi tingginya angka anak tidak sekolah di Parigi Moutong yang mencapai sekitar 13.500 anak. Sebagian besar berada di wilayah terpencil seperti Kecamatan Tinombo, Palasa, dan Tomini. Kondisi ini dinilai membutuhkan perhatian serius melalui percepatan pembangunan sarana pendidikan dan pemerataan program sosial pemerintah.


Di bidang kesehatan, Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong terus melakukan berbagai upaya peningkatan pelayanan kesehatan masyarakat. Tingkat kepesertaan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) meningkat signifikan dari sekitar 82 persen menjadi 89,89 persen melalui kolaborasi bersama program Berani Sehat dan BPJS Kesehatan .


Selain itu, pemerintah daerah juga menyediakan bantuan pembiayaan bagi kasus yang belum ditanggung BPJS Kesehatan, layanan ambulans gratis untuk pasien dan jenazah di wilayah terpencil, serta penguatan program penanganan stunting.


Kemudian,Berdasarkan data tahun 2024–2025, angka stunting di Kabupaten Parigi Moutong berhasil turun dari 8,7 persen menjadi 8 persen dan menjadi salah satu capaian penurunan terbaik di Sulawesi Tengah.


Di kataakan nya Dalam sektor ekonomi dan pemberdayaan masyarakat, Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong terus mendorong pembentukan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih. Dari total 283 desa dan kelurahan, saat ini telah terbentuk 32 unit koperasi dan tiga di antaranya telah beroperasi secara optimal.


Selain itu, usulan pembangunan Program Sekolah Rakyat juga telah dinyatakan memenuhi syarat dan diharapkan segera memasuki tahap pembangunan fisik tahun ini. Program tersebut diharapkan mampu menjawab persoalan tingginya angka anak tidak sekolah di wilayah Parigi Moutong.


Sementara dalam program pembangunan rumah layak huni, pemerintah daerah telah mengusulkan sekitar 6.000 unit rumah tidak layak huni yang telah terverifikasi, dari total kebutuhan sekitar 21 ribu unit rumah di wilayah tersebut.


Pada sektor ketahanan pangan, Parigi Moutong masih mencatat surplus produksi beras yang cukup tinggi. Produksi gabah kering mencapai sekitar 286.778 ton per tahun dengan produksi beras mencapai sekitar 153 ribu ton per tahun. Jumlah tersebut jauh melampaui kebutuhan konsumsi masyarakat yang berada di kisaran 54 ribu ton per tahun.


Namun demikian, pada tahun 2026 terjadi penurunan produksi akibat banjir yang merendam sejumlah lahan pertanian. Kondisi tersebut dipicu belum optimalnya normalisasi sungai di beberapa wilayah, sehingga menjadi tantangan serius yang perlu segera mendapat perhatian pemerintah.


Menutup paparannya, Bupati Parigi Moutong berharap seluruh catatan, kendala, serta usulan yang telah disampaikan dapat menjadi perhatian bersama demi memperkuat efektivitas pelaksanaan program Asta Cita di daerah.


“Sinergi yang kuat antara pemerintah pusat, provinsi, dan kabupaten/kota sangat diperlukan agar seluruh program Asta Cita dapat berjalan maksimal, merata, dan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat hingga ke pelosok daerah,” pungkasnya.

×
Berita Terbaru Update
close
Banner iklan disini