Cegah PMK Pada Hewan, Pemkab Gelar Pertemuan


Transsulteng - Morowali-Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Morowali, mulai bergerak cepat dalam upaya melakukan pencegahan penyebaran Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) pada hewan.

Bupati Morowali, Taslim menyampaikan hal tersebut, pada pertemuan bersama Pimpinan OPD, Dandim 1311/ Morowali, Polres Morowali, Staf Ahli Hukum Politik dan Pemerintahan, serta petugas peternakan Kabupaten Morowali, bertempat  di ruang pola kantor Bupati, Rabu (25/5/22).

Dikatakan Taslim, langkah yang dilakukan Pemkab Morowali adalah akan membentuk Tim Terpadu dalam menangani virus PMK agar tidak masuk di Morowali, serta melakukan pengawasan di pos - pos perbatasan.

 Selain itu, dilakukan juga upaya menyiapkan vitamin untuk kekebalan terhadap ternak, dan penyeprotan disinfektan guna mencegah penyebaran virus PMK. "PMK harus ditangani dengan baik, sehingga masyarakat tidak perlu khawatir, intinya jangan panik, kita berupaya semaksimal mungkin" jelas Taslim.

 Sementara, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Morowali, Andi Irman mengatakan, dengan adanya kejadian wabah virus PMK, pihaknya bergerak cepat dengan membentuk Tim Satgas bersama OPD terkait, guna mengantisipasi dan upaya pencegahan penyebaran virus PMK, dimana sumber penularan virusnya belum diketahui sampai saat ini.

 Di Kabupaten Morowali kata Andi Irman, terutama kebutuhan ternak maupun daging khusus di perusahaan yang melewati akses darat, pihaknya masih bisa mengawasi, namun ternak yang melewati jalur perairan, ia mengaku pihaknya tidak punya kewenangan untuk mendeteksi ternak yang masuk dari luar. 

Ia meminta agar pihak Dinas Perhubungan dan OPD terkait, bersama- sama dalam pengawasan, apalagi menjelang Idul Adha yang notabene membutuhkan daging hewan.

Dandim 1311/ Morowali, Letkol Inf Constantinus Rusmanto, dalam pertemuan itu menyampaikan bahwa TNI - Polri siap membantu pendampingan pelaksanaan penyuluhan bagi masyarakat khususnya peternak yang berada di kabupaten Morowali.

Dengan adanya penyuluhan tentang virus PMK yang menyerang ternak hewan ini, masyarakat tidak perlu panik, dikhawatirkan jangan sampai ada pihak - pihak yang tidak bertanggung jawab memanfaatkan kondisi ini, sehingga warga menjual ternaknya dengan harga murah karena panik" ungkap Dandim.

   Dalam pertemuan itu, ada beberap poin kesepakatan yang dihasilkan, yakni :

1. Akan membentuk Tim Satgas yang melibatkan OPD tehnis termasuk unsur TNI dan Polri, dimana setiap OPD yang terlibat akan bekerja sesuai tupoksinya masing-masing.

2. Dalam pecegahan penyebaran wabah PMK, Pemda Morowali menyiapkan anggaran lewat dana BTT untuk mensukseskan jalannya proses pencegahan wabah PMK di kabupaten Morowali.

3. Disepakati akan membuat pos-pos penjagaan disetiap perbatasan yang menjadi pintu masuk masyarakat untuk melakukan transaksi jual-beli hewan ternak, dan ini agar segera dilakukan mengingat dalam waktu dekat moment Idul Adha ((Kurban) akan berlangsung.

Adapun beberapa hal yang menjadi arahan Bupati Morowali yaitu :

1. Melakukan pengawasan di pos pos perbatasan. selain itu memberi vitamin kepada hewan ternak sebagai antisipasi dini.

2. Tim yang dibentuk nantinya bekerja secara terpadu dan bersinergi sehingga bisa mengantisipasi penyebaran wabah PMK no yang lagi mewabah dibeberapa daerah saat ini.

3. Satgas harus punyai Konsistensi yang tinggi, ketika ada masalah ditemukan di lapangan jangan ada tawar menawar. Segera dilakukan tindakan sesuai arahan dari tim tehnik lainnya.

4. Mendekati Idul Adha Kurban, akan banyak hewan ternak masuk. Olehnya DISTANAK Morowali bersama Tim Satgas sudah melakukan antisipasi, tidak boleh lengah termasuk daerah-daerah di Pulau jangan sampai hewan-hewan yang dibawa ke pulau, hewan yang tidak higienis.BAMS/ IRDAM.

Lebih baru Lebih lama
Post ADS 1