Pesantren Al-Azhar Addauly Silahturahmi Bersama Wali Santri dan Tokoh Masyarakat di Hari Raya Idul Adha 1443 H


Transsulteng -Pesantren Al-Azhar Addauly mengadakan Silahturahmi Bersama Wali Santri dan Tokoh masyarakat terantang sekitaran Pesantren di Hari Raya Idul Adha 1443 H, di Desa terantang Kecamatan Tambang Kabupaten Kampar, Senin ( 11/07/2022 ).

Pesantren yang mulai berdiri tahun 2018 ini dulunya berada di daerah Kubang raya di sebuah perumahan dengan menyewa sebuah ruko, hingga akhirnya di tahun 2020 mendapatkan tanah wakaf di desa terantang kemudian pesantren ini pindah ke desa terantang dengan membawa santri yang masih mau ikut tetapi lebih banyak yang tidak mau ikut dengan alasan tempatnya jauh dari pemukiman.

Pimpinan dari pondok Pesantren Al-Azhar Addauly adalah H Muhammad Elhakiem Rachiemi LC.MH beliau adalah seorang tamatan dari Gontor, tamatan Univ Al-Azhar Assyarif Mesir, S2 dan S3 UIN Suska Riau.

"Alhamdulillah sekarang kami sudah membangun 2 kamar dan 1 kantor untuk asrama putra dan putri yang baru karena sebelumnya bangunan kamar itu sudah ada tetapi masih berupa kayu hingga akhirnya kami mendapatkan bantuan dari bapak Gubernur bapak Syamsuar, PT HKI, serta dari orang yang mewakafkan tanah pesantren ini sekarang udah terbuat dari batu," kata Pimpinan pesantren.

Lanjutnya, "Jadi bangunan yang berupa kayu yang dulu menjadi asrama putra Sekarang menjadi ruang belajar atau ruang kelas bagi para santri," ucap Buya Hakim yang biasa di panggil orang-orang.

"Semoga pertemuan di hari raya Idul Adha bersama wali-wali santri dan juga tokoh-tokoh masyarakat terantang memperkuat hubungan silaturahmi antara Wali santri dengan pondok dan juga dengan masyarakat sekitar pondok pesantren mudah-mudahan ini menjadi satu kesatuan yang kuat dan bisa membangun masyarakat yang baik Insya Allah," Harap Buya Hakim.

"Pondok pesantren ini memiliki 23 Santri yaitu 10 santriwati dan 13 Santriwan untuk tingkat Tsanawiyah dan Aliyah dengan pengajar ustad dan ustadzah sebanyak 12 orang, pelajaran atau program unggulan dari pesantren ini adalah Tahfidz, Sains, bahasa Arab dan bahasa Inggris," ucapnya.

Lanjut Hakim "Selesai sholat subuh sampai jam 06.45 wib anak-anak menghapal Al-Qur'an, kemudian istirahat, sarapan pagi,mandi sampai jam 07.30 wib kemudian kembali ke kelas melanjutkan hapalan Sampai jam 09.30 wib lalu istirahat dan jam 10.00 wib masuk pelajaran-pelajaran fiqih, bahasa Arab, bahasa Inggris, matematika, fisika dan lain-lainnya sampai jam 12.00 wib menjelang Zuhur, dan makan siang dan jam 13.30 wib para  santri kembali untuk belajar lagi sampai jam 15.30 wib dengan pelajaran-pelajaran umum yaitu matematika, Fisika, Biologi dan bahasa Inggris lalu istirahat sampai menjelang magrib dan magribnya sholat berjamaah, mengaji, makan malam kemudian sholat Isya muzakarah sampai jam 22.00 wib kemudian istirahat, seperti itu lah rutinitas nya sehari-hari," Jelas Pimpinan Pondok Pesantren Al-Azhar Addauly.

Pimpinan pondok pesantren berharap semoga ada uluran tangan dari Muhsinin atau perusahaan-perusahaan yang ingin sedekah mengeluarkan zakat mal atau yang lainnya untuk pembangunan pondok pesantren dan menambah untuk kebutuhan makan minum para santri, semoga bantuan dan sedekah infaq wakaf yang diberikan mendapatkan balasan dari Allah dan menjadi amal jariyah dari bapak ibu kaum muslimin.

Anak-anak santri yang tamat dari pesantren Al- Azhar Addauly bisa meneruskan ilmu-ilmu dakwah nya di dakwah islam atau di bidang profesi lainnya bisa jadi Dokter Islami, Polisi islami, tentara islami, atau insinyur islami jadi pondasi yang di dapatkan dari pondok pesantren betul-betul dipegang teguh dan diamalkan dalam kehidupan sehari-hari.

Pesantren juga memberikan beasiswa bagi anak yatim dan dhuafa untuk belajar pesantren tanpa dibebani biaya apapun ( gratis ), setelah tamat dari pesantren bisa mendapatkan beasiswa belajar ke Mesir atau ke negara-negara lainnya bagi yang berminat melanjutkan belajar ke luar negeri dengan syarat harus mampu berbahasa Arab dengan baik dan hapal Al-Qur'an nya juga baik, target dari pondok pesantren anak-anak yang tamat harus selesai 30 juz jadi banyak peluang untuk mendapatkan beasiswa bagi Hafizh dan Hafizah untuk masuk di lembaga yang membutuhkan baik sebagai mahasiswa mahasiswi maupun! sebagian tenaga pengajar. ( Herma/Sri imelda)

Lebih baru Lebih lama
Post ADS 1