Notification

×

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Dugaan Kelalaian RS Berujung Maut: Ibu Melahirkan di Bilato Meninggal Dunia

Kamis, 02 April 2026 | April 02, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-04-02T12:36:15Z


TransSulteng-Bolihuto– Duka mendalam menyelimuti keluarga almarhumah Nanda Tuliabu, warga Desa Totopo, Kecamatan Bilato. Ia meninggal dunia usai melahirkan, diduga akibat lambannya penanganan medis serta keterlambatan proses rujukan dari RS Boliohuto.


Menurut keterangan keluarga, korban telah berada di RS Boliohuto sejak Senin. Namun selama menjalani perawatan, penanganan medis dinilai tidak maksimal hingga kondisi korban terus memburuk.


Kakak korban mengungkapkan, pada Selasa sekitar pukul 13.00 WITA kondisi Nanda sudah sangat kritis. Namun, proses rujukan ke rumah sakit yang lebih memadai baru dilakukan sekitar pukul 16.30 WITA.


“Sejak masuk rumah sakit, adik saya kurang mendapat penanganan. Saat kondisinya sudah menurun, rujukan justru terlambat,” ujarnya kepada media melalui sambungan WhatsApp, Kamis (02/04/2026).


Keterlambatan tersebut diperparah oleh kendala fasilitas. Pihak rumah sakit disebut berdalih bahwa ambulans dalam kondisi rusak, sehingga proses rujukan sempat tertunda.


Alasan tersebut memicu kekecewaan keluarga. Mereka menilai, dalam kondisi darurat, kesiapan fasilitas seperti ambulans seharusnya menjadi prioritas utama.


Setelah adanya protes dari keluarga, ambulans akhirnya disediakan dan korban dirujuk ke RS Ainun. Namun, waktu yang terbuang di perjalanan diduga berdampak fatal terhadap keselamatan korban.


Setibanya di rumah sakit rujukan, korban sempat mendapatkan penanganan dan berhasil melahirkan. Namun nahas, hanya beberapa menit setelah persalinan, nyawa Nanda tidak tertolong.


Jenazah almarhumah telah dipulangkan ke kampung halaman dan dimakamkan di pekuburan keluarga di Desa Totopo, Rabu sekitar pukul 10.00 WITA.


Keluarga menyatakan kekecewaan mendalam atas pelayanan yang diterima. Mereka mendesak adanya investigasi menyeluruh serta pertanggungjawaban dari pihak terkait agar kejadian serupa tidak kembali terulang.

×
Berita Terbaru Update
close
Banner iklan disini