Notification

×

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Hadianto Hadiri Halal Bihalal Palupi, Tekankan Silaturahmi dan Peran Warga Bangun Kota

Sabtu, 04 April 2026 | April 04, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-04-04T15:50:55Z


TransSulteng-Wali Kota Palu, H. Hadianto Rasyid, SE, bersama sang istri, Hj. Diah Puspita, S.AP., M.A.P., menghadiri kegiatan Halal Bihalal Akbar 1447 Hijriah yang digelar oleh masyarakat Kelurahan Palupi, pada Sabtu (04/04/2026), di halaman kantor kelurahan setempat.


Kegiatan yang mengusung tema “Sebarkan Maaf, Eratkan Silaturahim dan Sucikan Hati untuk Meraih Kemenangan dalam Bingkai Palu Semakin Melejit” tersebut berlangsung penuh kehangatan dan kekeluargaan, serta menjadi momentum penting dalam mempererat persaudaraan dan silaturahmi antara masyarakat Kelurahan Palupi dan sekitarnya.


Dalam kesempatan tersebut, Wali Kota didaulat untuk menyampaikan hikmah halal bihalal. 


Dalam penyampaiannya, wali kota mengajak seluruh masyarakat untuk menjadikan momen Syawal sebagai ajang evaluasi diri atas perjalanan kehidupan yang telah dilalui.


“Semoga ini menjadi jalan bagi kita untuk mengevaluasi apa yang telah kita lewati selama ini. Karena itu merupakan bagian dari ajaran Rasulullah, agar kita senantiasa memperbaiki apa yang telah kita kerjakan,” ujar wali kota.


Wali kota juga menekankan pentingnya memperbanyak sholawat sebagai jalan kemudahan dalam menghadapi berbagai persoalan kehidupan. 


Menurut wali kota, sholawat merupakan bagian dari kebaikan yang akan dibalas berlipat oleh Allah SWT.


“Barang siapa yang bersholawat satu kali, maka akan diberikan sepuluh kebaikan. Maka jangan sampai kita termasuk orang yang pelit dalam bersholawat,” tambah wali kota.


Selain itu, wali kota mengajak masyarakat untuk selalu berprasangka baik dan menyerahkan segala urusan kepada Allah SWT. 


Wali kota mengingatkan bahwa apa yang dianggap tidak baik oleh manusia, bisa jadi justru mengandung banyak kebaikan dari Allah.


Dalam arahannya, wali kota juga menyampaikan bahwa seluruh elemen masyarakat merupakan “jenderal akar rumput” bagi pembangunan Kota Palu. 


Oleh karena itu, pemerintah sangat bergantung pada peran aktif masyarakat, termasuk para RT dan RW.


“Saya berupaya agar insentif RT dan RW bisa mencapai posisi yang tidak merugikan, minimal dapat menutupi biaya operasional,” ungkap wali kota.


Lebih lanjut, wali kota menegaskan bahwa halal bihalal harus dimaknai sebagai momentum untuk mencairkan berbagai perbedaan, terutama perbedaan perasaan yang kerap menjadi sumber perpecahan.


“Tujuan halal bihalal adalah mengubah sesuatu yang tidak baik menjadi sesuatu yang baik. Dalam kontestasi apapun, semuanya harus cair. Kita harus saling memandang dengan kemuliaan dan menumbuhkan rasa kasih sayang antar sesama,” jelas wali kota.


Wali kota juga mengajak seluruh masyarakat untuk membangun soliditas serta menghentikan kebiasaan saling menggunjing dan mencari kesalahan satu sama lain.


“Kalau saya ada salah, silakan datang ke rumah mulai pukul 05.30 pagi. Sampaikan ide, keluhan, dan masukan. Jangan kita sulit bertemu masyarakat, karena kita ini dipilih oleh masyarakat,” tegas wali kota.


Dalam kesempatan tersebut, wali kota turut mengajak masyarakat untuk memanfaatkan layanan transportasi umum Bus Trans Palu, yang dinilai mampu memberikan efisiensi pengeluaran masyarakat hingga Rp53 miliar per tahun.


“Keselamatan seseorang juga tergantung bagaimana dia menjaga lisannya. Mari kita bangun komunikasi yang baik dengan pemerintah. Kalau solusinya baik, kita kerjakan bersama-sama,” ujar wali kota.


Menutup sambutannya, wali kota berharap momentum halal bihalal tidak hanya menjadi seremoni semata, tetapi benar-benar menjadi ajang untuk saling menguatkan dan membangun kebersamaan demi kemajuan Kota Palu.


“Saya yakin kita akan melejit, kalau kita semua mau,” tutup wali kota.


×
Berita Terbaru Update
close
Banner iklan disini