Notification

×

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Peringati May Day 2026, Wali Kota Palu Dorong Sinergi Buruh, Pengusaha, dan Pemerintah lewat Dialog Persuasif

Sabtu, 02 Mei 2026 | Mei 02, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-05-02T10:45:36Z


TransSulteng-Palu-Wali Kota Palu, H. Hadianto Rasyid, SE secara resmi membuka kegiatan talkshow dalam rangka peringatan Hari Buruh Sedunia (May Day) Kota Palu Tahun 2026, pada Sabtu (02/05/2026).


Kegiatan yang digelar di salah satu kafe di Kota Palu tersebut diikuti oleh sejumlah serikat buruh yang ada di Kota Palu, serta menghadirkan narasumber dari berbagai instansi terkait. 


Talkshow ini menjadi ruang dialog terbuka antara pemerintah, pekerja, dan pemangku kepentingan lainnya.


Dalam sambutannya, Wali Kota Hadianto menyampaikan apresiasi atas pendekatan yang dilakukan dalam peringatan May Day tahun ini yang dinilai berbeda, yakni lebih mengedepankan pendekatan persuasif dan kekeluargaan.


“Terima kasih karena kita melakukan pendekatan yang berbeda, pendekatan yang begitu persuasif, kekeluargaan yang dibangun hari ini. Mudah-mudahan ini tidak mengurangi semangat kita untuk terus memperbaiki dan memberikan perhatian yang baik kepada keluarga buruh,” ujar wali kota.


Wali kota juga menyampaikan permohonan maaf apabila selama ini Pemerintah Kota Palu belum optimal dalam memberikan pendampingan kepada para buruh. 


Oleh karena itu, dirinya berharap lembaga kerja sama yang telah terbentuk dapat lebih mengoptimalkan perannya.


“Kami juga menyampaikan permohonan maaf kalau kami kurang optimal dalam memberikan pendampingan. Olehnya, saya berharap dengan lembaga kerja sama yang ada, bisa terus aktif memberikan masukan-masukan yang bermanfaat kepada pemerintah demi kemaslahatan para buruh,” tambah wali kota.


Menurut wali kota, kegiatan seperti ini sangat menarik dan perlu terus dikembangkan ke depan. 


Wali kota bahkan menggagas ide untuk menggelar kegiatan yang lebih luas seperti pekan olahraga khusus buruh yang dirangkaikan dengan workshop peningkatan kapasitas.


“Harapannya kita bisa berkumpul lebih banyak lagi. Mungkin ke depan kita buat pekan olahraga khusus untuk buruh, sehingga silaturahim semakin baik. Di sana juga bisa diisi dengan workshop penguatan kapasitas, termasuk pemahaman terhadap aturan-aturan ketenagakerjaan,” ungkap wali kota.


Selain itu, wali kota juga menekankan pentingnya menghadirkan pelaku usaha dalam forum-forum seperti ini guna memperkuat kolaborasi dan komunikasi antara pekerja, pengusaha, dan pemerintah.


“Kita ingin komunikasi tidak buntu. Saya yakin komunikasi di Kota Palu tidak buntu karena kita membuka ruang seluas-luasnya, bahkan sejak pukul 05.30 pagi di kediaman wali kota, masyarakat bisa menyampaikan keluh kesahnya,” jelas wali kota.


Dalam kesempatan tersebut, wali kota juga menyinggung upaya pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan pegawai, khususnya terkait peningkatan take home pay, meskipun dihadapkan pada keterbatasan regulasi, di mana belanja pegawai tidak boleh melebihi 30 persen dari anggaran.


Lebih lanjut, Wali Kota Hadianto turut menegaskan pentingnya peran Lembaga Kerja Sama (LKS) Tripartit sebagai wadah komunikasi antara pemerintah, pengusaha, dan pekerja dalam menyelesaikan berbagai persoalan ketenagakerjaan.


Di akhir sambutannya, wali kota mengungkapkan bahwa Pemerintah Kota Palu berencana melakukan pemisahan antara dinas yang menangani UMKM dan ketenagakerjaan.


“Tahun ini kita akan memisahkan dinas UMKM dengan ketenagakerjaan. Ini sudah dalam proses persetujuan dan insyaallah segera direalisasikan. Tujuannya agar fokus masing-masing bidang bisa lebih maksimal,” tutup wali kota.


Kegiatan talkshow ini diharapkan dapat memperkuat sinergi dan menciptakan hubungan industrial yang harmonis di Kota Palu, serta mendorong peningkatan kesejahteraan para pekerja secara berkelanjutan.

×
Berita Terbaru Update
close
Banner iklan disini