TransSulteng-Ampana – Gelombang ketidakpuasan masyarakat terhadap kinerja instansi publik di Kabupaten Tojo Una-Una (Touna) kian memuncak.
Setelah sebelumnya aparat penegak hukum (APH) disorot karena dinilai membiarkan berkas perkara "menjamur" di laci, kini giliran Kantor Badan Pertanahan Nasional (BPN) Touna yang dipastikan lumpuh total.
Hal ini terjadi puluhan warga Desa Tojo melakukan aksi nekat melilitkan rantai besi dan menggembok gerbang utama kantor tersebut pada Senin (29/06/2026) .
Aksi radikal ini dipicu oleh kekecewaan mendalam warga yang menuduh BPN menahan sertifikat tanah milik mereka tanpa alasan jelas.
Perwakilan warga, menegaskan segel tidak akan dibuka sebelum sertifikat dikembalikan.
Pro-Kontra Menajam di Tengah Masyarakat
Tindakan boikot ini langsung memicu gelombang pro dan kontra yang tajam di Bumi Touna. Di satu sisi, sebagian warga mendukung langkah ekstrem tersebut sebagai jalan terakhir agar suara rakyat kecil didengar.
Namun di sisi lain, gelombang penolakan keras berdatangan dari elemen masyarakat lainnya.
Pihak yang menolak menyayangkan aksi penggembokan karena berdampak luas pada kepentingan umum.
Mereka mengingatkan bahwa BPN Touna adalah institusi negara milik seluruh masyarakat Kabupaten Touna, bukan hanya warga Tojo. Akibat penyegelan sepihak ini, ratusan warga dari kecamatan lain yang ingin mengurus administrasi pertanahan ikut dirugikan karena pelayanan publik terhenti total.
BPN Touna Akan Lapor Polisi, Dalih Masuk Hutan Lindung
Merespons boikot tersebut, Kepala Kantor Pertanahan BPN Touna, Said Salim, langsung mengambil sikap tegas dan berencana melaporkan aksi ini ke pihak kepolisian karena telah melumpuhkan fasilitas pelayanan umum.
Terkait substansi masalah, Said menjelaskan bahwa sertifikat belum bisa diproses karena adanya kendala status hukum lahan.
"Kami akan melaporkan aksi penyegelan ini ke polisi Terkait masalah tanahnya, kami juga sedang berkoordinasi dengan Kanwil BPN Sulteng karena lahan yang dimohonkan warga masuk dalam kawasan hutan lindung," pungkas Said Salim.
Masyarakat Desak Kapolres Touna yang Baru Segera Bertindak
Situasi yang kian memanas ini menjadi ujian berat dan pembuktian awal bagi AKBP Yanna Djayawidya selaku Kapolres Tojo Una-Una yang baru menjabat.
Masyarakat mendesak agar Polres Touna tidak lamban dan membiarkan konflik ini berlarut-larut seperti penanganan berkas perkara di laci yang sempat dikeluhkan warga sebelumnya.
Aparat penegak hukum diharapkan segera turun tangan secara objektif, baik dalam memediasi sengketa lahan kawasan hutan lindung ini, maupun dalam menertibkan gangguan terhadap fasilitas pelayanan publik demi mengembalikan stabilitas dan ketertiban di Kabupaten Tojo Una-Una.
Pewarta:Ramla Ismail


