TransSulteng-Parigi – Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong bergerak cepat merespons dampak bencana banjir dan gempa bumi yang melanda sejumlah wilayah.
Dalam penyisiran dipimpin langsung Bupati Parigi Moutong H. Erwin Burase bersama Wakil Bupati H. Abdul Sahid, dan jajaran pemerintah daerah melakukan pemantauan lapangan guna memastikan kebutuhan masyarakat terdampak segera tertangani.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Kapolres Parigi Moutong AKBP Dr. Hendrawan A.N., S.I.K., M.H., unsur Kejaksaan Negeri Parigi, pimpinan DPRD, Forkopimda, serta sejumlah kepala perangkat daerah yang terlibat dalam penanganan kebencanaan.
Dengan Rangkaian kunjungan diawali di Desa Lobu Mandiri, Kecamatan Parigi Barat. Di lokasi tersebut, rombongan meninjau kondisi jembatan yang mengalami kerusakan akibat terjangan banjir yang mengakibatkan terganggunya akses transportasi masyarakat.
Selanjutnya, tim bergerak ke sejumlah desa terdampak lainnya untuk melihat secara langsung kondisi warga serta fasilitas umum yang mengalami kerusakan.
Di Desa Pombolowo, pemerintah menyerahkan bantuan kebutuhan pokok kepada puluhan keluarga terdampak sekaligus memastikan kondisi warga yang sebelumnya sempat mengungsi.
Pemantauan juga dilakukan di Desa Dolago Padang dan Desa Masari yang mengalami kerusakan pada jaringan irigasi serta sarana distribusi air pertanian. Kerusakan tersebut menjadi perhatian serius karena berpotensi mengganggu aktivitas pertanian masyarakat setempat.
Di Desa Tolai Induk, rombongan meninjau jembatan yang mengalami kerusakan cukup parah dan membutuhkan penanganan segera untuk mencegah terputusnya akses antarwilayah.
Sementara di Desa Lebagu, selain menyalurkan bantuan kepada warga, pemerintah juga melakukan pengecekan terhadap saluran air yang terdampak banjir.
Sementara Dalam evaluasi penanganan bencana yang berlangsung di Posko BPBD Parigi Moutong, Bupati Erwin Burase mengungkapkan bahwa hasil pendataan terbaru menunjukkan jumlah bangunan rumah yang terdampak gempa mengalami peningkatan signifikan dibandingkan laporan awal.
Dengan Berdasarkan data sementara, sebanyak 92 rumah tercatat mengalami dampak akibat gempa bumi. Pemerintah daerah masih membuka ruang pelaporan melalui pemerintah desa untuk memastikan seluruh kerusakan yang terjadi dapat terdata secara menyeluruh.
Sementara itu, banjir yang melanda sejumlah kecamatan tercatat berdampak pada ratusan kepala keluarga. Meski sebagian warga sempat mengungsi demi keselamatan, kondisi terkini menunjukkan seluruh pengungsi telah kembali ke rumah masing-masing setelah debit air berangsur menurun.
Data BPBD Kabupaten Parigi Moutong mencatat sebaran dampak banjir terjadi di belasan desa yang berada di beberapa kecamatan. Selain merendam permukiman warga, bencana juga mengakibatkan kerusakan lahan pertanian, perkebunan, tanggul pengaman sungai, jembatan, serta sejumlah fasilitas publik lainnya.
Menghadapi kondisi tersebut, Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong menetapkan sejumlah langkah percepatan pemulihan, mulai dari penanganan sektor kesehatan untuk mencegah munculnya penyakit pascabanjir, perbaikan infrastruktur vital, hingga pemulihan akses transportasi dan sarana penunjang aktivitas masyarakat.
Selain fokus pada penanganan darurat, pemerintah juga akan melakukan kajian terhadap faktor-faktor penyebab terjadinya banjir sebagai bahan penyusunan program mitigasi guna mengurangi risiko bencana serupa di masa mendatang.
Bupati H Erwin Burase menegaskan bahwa kolaborasi seluruh unsur pemerintah, aparat keamanan, dan masyarakat menjadi kunci utama dalam mempercepat proses pemulihan pascabencana.
“Yang terpenting saat ini adalah memastikan masyarakat mendapatkan perlindungan dan pelayanan yang maksimal. Seluruh sumber daya akan kita kerahkan agar pemulihan dapat berjalan lebih cepat dan kondisi daerah segera kembali normal,” tegasnya.













