TransSulteng-Parigi -Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Parigi Moutong terus memperkuat komitmen dalam meningkatkan pelayanan kesehatan masyarakat melalui rapat koordinasi program kesehatan seksual dan reproduksi yang berlangsung di Aula Lantai II Kantor Bupati, Kamis (7/5/2026).
Kegiatan tersebut dibuka oleh Asisten II Setda Parigi Moutong, Aswini Dimple, yang hadir mewakili Bupati Parigi Moutong H. Erwin Burase. Turut mendampingi Koordinator Program Sehat Sulawesi Tengah, Nudiatulhuda Mangun.
Dalam sambutannya, Aswini menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan kegiatan tersebut.
Menurutnya, sinergi lintas sektor sangat penting dalam mendukung peningkatan kualitas kesehatan masyarakat, khususnya terkait pemenuhan hak kesehatan seksual dan reproduksi.
“Pemerintah daerah menyampaikan terima kasih atas terlaksananya kegiatan ini sebagai bagian dari upaya bersama memperkuat pelayanan kesehatan yang merata, inklusif, dan berkeadilan bagi masyarakat,” ujar Aswini.
Ia menjelaskan, isu kesehatan seksual dan reproduksi menjadi bagian penting dalam pembangunan sumber daya manusia yang berkualitas dan sejalan dengan arah kebijakan nasional dalam RPJMN 2025–2029 yang menitikberatkan pada transformasi sistem kesehatan dan peningkatan kualitas pelayanan publik.
Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong, lanjutnya, juga terus mendorong berbagai inovasi daerah melalui Program Berani Sehat dan Gerakan Sehat Bersama yang difokuskan pada kemudahan akses pelayanan kesehatan hingga ke wilayah terpencil.
“Melalui program ini, pemerintah berupaya memperkuat layanan kesehatan dasar, meningkatkan pelayanan ibu dan anak, memperluas layanan keluarga berencana, serta mempercepat penanganan kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak,” katanya.
Selain itu, Gerakan Sehat Bersama diharapkan menjadi ruang kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan berbagai pemangku kepentingan dalam menciptakan lingkungan yang sehat dan aman.
Dalam pemaparannya, Aswini juga mengungkapkan sejumlah tantangan kesehatan yang masih dihadapi Kabupaten Parigi Moutong. Berdasarkan data daerah, tercatat 130 kasus pelayanan kesehatan bagi korban kekerasan terhadap perempuan dan anak, 10 kasus kematian ibu, serta 81 kasus kematian anak.













