TransSulteng-Morowali – Aliansi Rakyat Lingkar Tambang Bersatu (ARLTB) menggelar aksi unjuk rasa di Kantor Desa Bahodopi, Kabupaten Morowali, Sabtu (4/7/2026).
Aksi tersebut dilakukan sebagai bentuk desakan kepada Pemerintah Desa Bahodopi dan manajemen PT Graha Mining Utama (GMU) agar memberikan kejelasan terkait pembayaran royalti yang diklaim telah disepakati bersama.
Dalam aksi itu, Koordinator ARLTB, Amal, menyampaikan sejumlah tuntutan, salah satunya meminta pemerintah desa memfasilitasi pertemuan antara masyarakat, pemilik lahan, dan pihak PT GMU untuk membahas realisasi pembayaran royalti sebesar Rp30.000 per metrik ton.
Menurutnya, nilai tersebut merupakan hasil kesepakatan yang dibuat pada tahun 2022 sebelum perusahaan memulai kegiatan operasional.
ARLTB juga mendesak manajemen PT GMU agar segera memenuhi kewajiban pembayaran royalti sesuai kesepakatan yang telah dicapai. Massa aksi menegaskan akan melakukan langkah lanjutan apabila tuntutan tersebut tidak mendapat tanggapan dari perusahaan.
Usai berorasi, perwakilan massa diterima Kepala Desa Bahodopi untuk berdialog. Pertemuan yang turut difasilitasi jajaran Polsek Bahodopi itu berlangsung cukup dinamis. Namun, hingga dialog berakhir, belum tercapai kesepahaman antara kedua belah pihak.
Tidak puas dengan hasil pertemuan tersebut, massa kemudian bergerak menuju pintu masuk kawasan operasional PT Graha Mining Utama dan melakukan aksi blokade akses jalan selama sekitar satu jam.
Di lokasi aksi, Kabag Ops bersama Wakapolres Morowali turun langsung melakukan mediasi guna menjembatani komunikasi antara peserta aksi dan pihak perusahaan. Meski demikian, hingga proses mediasi selesai, pihak PT GMU belum menerima perwakilan massa untuk berdialog.
Setelah dilakukan negosiasi dengan aparat kepolisian, massa akhirnya membubarkan diri secara tertib.
ARLTB menyatakan akan membawa persoalan tersebut ke Polres Morowali untuk difasilitasi melalui mediasi lanjutan yang melibatkan pemerintah desa, masyarakat, dan pihak PT Graha Mining Utama guna mencari penyelesaian atas tuntutan yang disampaikan.


