TransSulteng-Billato,Gorontalo– Tindakan arogan dan dugaan intimidasi kembali menimpa insan pers saat menjalankan tugas jurnalistiknya.
Kali ini, seorang wartawan dari Media SINDITO News, Meiske Ibrahim, mendapat perlakuan kasar dan penghinaan dari seorang pria saat tengah melakukan konfirmasi terkait penyaluran Program Indonesia Pintar (PIP) di SDN 2 Bilato, Kecamatan Bilato, Kabupaten Gorontalo, pada Rabu (08/07/2026).
Kejadian bermula ketika Meiske Ibrahim mendatangi sekolah tersebut untuk menemui Kepala Sekolah. Ia bermaksud meminta klarifikasi mengenai validitas data penerima dana PIP, guna memastikan apakah bantuan tersebut sudah tepat sasaran bagi siswa dari keluarga miskin atau justru mengalir ke keluarga yang mampu.
Saat dikonfirmasi, salah seorang guru yang bertugas di SDN 2 Bilato memberikan penjelasan mengenai mekanisme data tersebut.
"Data siswa itu diatur oleh Dapodik dan keluar langsung dari Dinas Pendidikan. Karena di antara penerima (memang) ada anak polisi dan banyak anak yang penghidupan orang tuanya serba berkecukupan," ujar guru tersebut menjelaskan alasan adanya ketimpangan status sosial penerima bantuan.
Namun, di tengah jalannya konfirmasi yang mulanya berlangsung tenang, situasi mendadak berubah tegang.
Seorang laki-laki yang diidentifikasi bernama Samsudin Hamza tiba-tiba datang dan langsung membentak wartawan SINDITO News tersebut.
Samsudin diduga mempermalukan korban di hadapan orang banyak, sambil menunjuk-nunjuk dengan nada kasar yang mengandung unsur penghinaan.
Sambil melangkah mendekat secara agresif, pria tersebut berteriak mempertanyakan kapasitas wartawan dalam mengurusi bantuan PIP.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, Samsudin Hamza diketahui merupakan suami dari salah satu tenaga pengajar di sekolah tersebut yang bernama Hapsah Bakari.
Atas insiden dugaan pengancaman, penghinaan, dan intimidasi saat bertugas ini, pihak korban meminta aparat penegak hukum dan pihak yang berwajib untuk segera mengambil tindakan tegas sesuai undang-undang yang berlaku guna menjamin perlindungan terhadap jurnalis.
Pernyataan Resmi Korban (Meiske Ibrahim):
"Saya datang ke SDN 2 Bilato dengan iktikad baik dan sesuai prosedur jurnalistik untuk melakukan konfirmasi terkait transparansi penyaluran dana PIP. Kami hanya ingin memastikan apakah bantuan tersebut benar-benar menyasar keluarga miskin atau ada kekeliruan data, mengingat pihak sekolah pun mengakui ada anak dari keluarga berkecukupan yang menerima.ujarnya.
Namun, tiba-tiba oknum bernama Samsudin Hamza datang menyerang saya secara verbal. Dia membentak, menunjuk-nunjuk muka saya dengan nada sangat kasar, dan mempermalukan saya di depan banyak orang yang ada di sana. Dia menantang dengan bertanya apa urusan wartawan ikut campur soal PIP.
Ini adalah bentuk intimidasi nyata dan penghalangan terhadap tugas pers. Saya meminta pihak kepolisian dan aparat penegak hukum tidak tinggal diam dan segera memproses tindakan pelaku, karena profesi kami dilindungi oleh undang-undang."
Pewarta: Ahmad Tuliabu


