Notification

×
Kadis-Kesehatan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Survei Akreditasi LAFKI di RS Tk. III dr. Sindhu Trisno Palu Dimulai, Medical Check Up Jadi Layanan Unggulan

Senin, 12 Oktober 2026 | Oktober 12, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-10-12T10:11:47Z


TransSulteng–PALU – Rumah Sakit Tingkat III dr. Sindhu Trisno Palu mulai menjalani survei akreditasi oleh Lembaga Akreditasi Fasilitas Kesehatan Indonesia (LAFKI), Senin (12/10/2026).


Survei berlangsung di aula rumah sakit yang berada di bawah naungan Kesehatan Kodam (Kesdam) XXIII/Palaka Wira, jajaran Kodam XXIII/Palaka Wira.


Dua surveyor LAFKI yang turun melakukan penilaian yakni dr. Hikmawaty Andi Achmad, M.Kes., FIHFAA dan dr. Marhefdison, SpA., FIHFAA., FISQua. Penilaian disambut langsung oleh Kepala Rumah Sakit Tk. III dr. Sindhu Trisno, Letkol Ckm Dr. dr. Marles Edy Wanto Haloho, M.Kes., bersama jajaran tenaga medis, paramedis, dan staf rumah sakit. Hadir pula undangan lintas institusi, di antaranya dari Dinas Kesehatan.


Kegiatan diawali sambutan dari tim surveyor dan Ka. Rumkit. Dalam pemaparannya, dr. Hikmawaty menjelaskan peran LAFKI sebagai lembaga akreditasi fasilitas kesehatan berstandar tinggi di tingkat nasional dan internasional.


Misi LAFKI, antara lain melaksanakan pembimbingan dan penilaian akreditasi fasilitas pelayanan kesehatan sesuai program pemerintah, mendukung pembangunan sistem kesehatan nasional, serta memberikan informasi kepada pemerintah dan masyarakat tentang kualitas fasilitas pelayanan kesehatan.


Ia menyebut akreditasi merupakan upaya meningkatkan mutu pelayanan rumah sakit dan keselamatan pasien agar tata kelola rumah sakit dan tata kelola klinis berjalan baik sesuai standar yang disetujui pemerintah, merujuk pada Keputusan Menteri Kesehatan Nomor HK.01.07/Menkes/1596/2024 tentang Standar Akreditasi Rumah Sakit.


Sementara itu, Ka. Rumkit Tk. III dr. Sindhu Trisno, Letkol Ckm Dr. dr. Marles Edy Wanto Haloho memaparkan manajemen operasional rumah sakit beserta capaian yang telah diraih.


Usai sesi foto bersama, tim surveyor melanjutkan kegiatan telusur ke sejumlah unit pelayanan di rumah sakit.


Kepada wartawan, Letkol Marles mengatakan persiapan akreditasi difokuskan pada tiga hal, yakni fasilitas, sumber daya manusia, dan dokumen, karena ketiganya menjadi bahan penilaian utama, terutama pada aspek mutu. Pihak rumah sakit menyiapkan 16 kelompok kerja (Pokja) untuk dinilai. Survei kali ini merupakan yang kelima kalinya dijalani rumah sakit tersebut.


Di bidang layanan, medical check up menjadi layanan unggulan. Ia menegaskan akreditasi tidak boleh berhenti sebagai kelengkapan dokumen, melainkan harus diwujudkan dalam peningkatan pelayanan kepada pasien.


"Akreditasi tidak boleh berhenti sebagai kelengkapan dokumen, melainkan harus tampak dalam peningkatan pelayanan kepada pasien sesuai komitmen yang dibuat rumah sakit," tegasnya.


Selain pelayanan kuratif, rumah sakit juga berperan dalam upaya kesehatan masyarakat, termasuk mendukung program Kodam XXIII/Palaka Wira dalam penanggulangan stunting dan HIV.


Terkait target, Letkol Marles berharap penilaian dapat mencapai paripurna. Namun, yang terpenting adalah mutu pelayanan terus meningkat dan terjaga demi keselamatan pasien.


Sementara dr. Hikmawaty menilai semangat rumah sakit untuk menjalani akreditasi sudah tampak sejak awal. Semua unit terlihat siap dan bekerja sesuai standar akreditasi. Tim surveyor dijadwalkan berada di Palu hingga Selasa (13/10/2026) sore.


"Semangat rumah sakit untuk diakreditasi sudah tampak. Semua unit terlihat siap dan bekerja dengan standar akreditasi," ujarnya.


Ia berharap capaian yang sudah baik dapat dipertahankan, sementara hal yang belum terlaksana dapat ditingkatkan, sehingga rumah sakit semakin mendekati kesempurnaan sesuai standar akreditasi.

×
Berita Terbaru Update
close
Banner iklan disini