Notification

×
Kadis-Kesehatan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Pemkab Parigi Moutong Perkuat Sinergi Percepatan Penurunan Stunting Melalui Program INEY Fase II

Selasa, 07 Juli 2026 | Juli 07, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-07-07T08:15:08Z


TransSulteng-Parigi– Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong terus memperkuat upaya percepatan penurunan stunting melalui kolaborasi lintas sektor. Komitmen tersebut ditegaskan Wakil Bupati Parigi Moutong, Abdul Sahid, saat membuka kegiatan Pendampingan Program Investing in Nutrition and Early Years (INEY) Fase II Tahun 2026 yang diselenggarakan oleh Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Palu di Lantai II Kantor Bupati Parigi Moutong, Senin (6/7/2026).


Kemudian dalam kegiatan tersebut, Abdul Sahid membacakan sambutan Bupati Parigi Moutong, H. Erwin Burase. Ia menyampaikan apresiasi kepada Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Palu yang selama ini mendampingi pemerintah daerah dalam memperkuat pelayanan kesehatan dan pemenuhan gizi masyarakat sebagai bagian dari upaya menekan angka stunting.


Menurutnya, Program INEY merupakan wujud sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan institusi pendidikan dalam memperkuat berbagai intervensi penanganan stunting. Program ini menyasar remaja putri, ibu hamil, bayi, balita, serta kader Posyandu agar memperoleh pendampingan dan pelayanan kesehatan yang lebih optimal.

"

Dengan melalui kolaborasi yang kuat, kami berharap seluruh pihak dapat bergerak bersama memastikan setiap anak di Parigi Moutong mendapatkan hak untuk tumbuh sehat, cerdas, dan berkembang secara optimal," ujar Abdul Sahid.


Ia menjelaskan, Program INEY telah berjalan sejak tahun 2024 melalui kerja sama Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Palu dengan Direktorat Jenderal Kesehatan Primer dan Komunitas Kementerian Kesehatan RI. Pelaksanaannya didukung oleh Pemerintah Indonesia bersama Bank Dunia untuk meningkatkan kualitas layanan kesehatan dan gizi masyarakat.


Dikatakan nya intervensi yang dilakukan dalam program ini meliputi pencegahan anemia pada remaja putri, peningkatan pelayanan kesehatan ibu hamil, pemenuhan gizi bayi dan balita, pemberian ASI eksklusif, penyediaan makanan pendamping ASI (MPASI) sesuai standar, imunisasi lengkap, hingga peningkatan kapasitas kader Posyandu.


Wabub Abdul Sahid juga menegaskan bahwa stunting bukan hanya persoalan tinggi badan anak, tetapi juga berdampak terhadap perkembangan otak, kemampuan belajar, kondisi kesehatan, hingga produktivitas seseorang di masa depan. Oleh sebab itu, upaya pencegahan harus dilakukan sejak remaja, masa kehamilan, hingga 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK).


Dan juga memaparkan perkembangan prevalensi stunting di Kabupaten Parigi Moutong dalam lima tahun terakhir yang menunjukkan tren membaik meski masih mengalami fluktuasi. Pada 2021 angka stunting tercatat sebesar 10,9 persen, kemudian turun menjadi 9,1 persen pada 2022. Tahun 2023 kembali meningkat menjadi 9,8 persen, lalu turun menjadi 8,7 persen pada 2024, dan berada di angka 9,3 persen pada 2025.

"Fluktuasi tersebut menjadi pengingat bahwa upaya percepatan penurunan stunting harus terus dilakukan secara berkelanjutan. Komitmen dan kerja sama seluruh pemangku kepentingan sangat diperlukan agar angka stunting dapat terus ditekan," tegasnya.


Sebagai tahap awal, Program INEY Fase II akan diawali dengan analisis situasi dan advokasi lintas sektor, kemudian dilanjutkan dengan pendampingan kepada kelompok sasaran di Posyandu maupun di tingkat keluarga. Dalam pelaksanaannya, Puskesmas Siniu dan Puskesmas Ampibabo ditetapkan sebagai lokasi percontohan (pilot project) Program INEY Fase II di Kabupaten Parigi Moutong.


Dengan Mengakhiri sambutan Bupati, Abdul Sahid mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus memperkuat sinergi dalam membangun generasi Parigi Moutong yang sehat, berkualitas, dan bebas stunting. Setelah itu, ia secara resmi membuka kegiatan Pendampingan Program Investing in Nutrition and Early Years (INEY) Fase II Tahun 2026, tutupnya.

×
Berita Terbaru Update
close
Banner iklan disini